Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URedu

Akademi Jakarta Hadirkan "STA Memorial Lecture"

Deandra Salsabila,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Akademi Jakarta Hadirkan "STA Memorial Lecture"
Image: Cuplikan kegiatan STA Memorial Lecture (Eva Tobing/DKJ)

Jakarta - Dalam rangka mengenang dan menghormati Sutan Takdir Alisjahbana (STA) sebagai sastrawan, filosof, dan futurolog Indonesia, Akademi Jakarta menggelar STA Memorial Lecture, yang disampaikan oleh Prof. Dr. Musdah Mulia secara virtual, Kamis (21/10/2021). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta.

Ketua Akademi Jakarta, Seno Gumira Ajidarma menjelaskan jika memorial lecture atau kuliah kenangan ini dilakukan untuk mengenang dan menghormati STA dan sebagai keberlanjutan tradisi Akademi Jakarta dengan menghadirkan pembicara yang mempunyai pemikiran segar tentang kebudayaan. Musdah Mulia menyampaikan kuliah dengan tajuk "Penguatan Literasi Agama, Mewujudkan Indonesia Maju”.

Baca Juga : DKJ Luncurkan Platform untuk Hidupkan Tradisi Kritik Sastra

Musdah Mulia dikenal karena "Gagasan Muslimah Reformis" untuk mengedukasi perempuan, agar memiliki sikap kritis, integritas, spiritualitas dan kreativitas yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Sebagai aktivis pergerakan kemanusiaan, ia sangat vokal dalam menyuarakan keadilan, demokrasi, pluralisme dan kesetaraan gender.

Pemikiran segar dan kritisnya hadir dalam berbagai karya, antara lain ‘Muslimah Reformis: Perempuan Pembaru Keagamaan’ (2005), ‘Perempuan dan Politik’ (2005), ‘Islam and Violence Against Women’ (2006), dan ‘Ensiklopedia Muslimah Reformis: Pokok- Pokok Pemikiran untuk Reinterpretasi dan Aksi’ (2020).

Dalam STA Memorial Lecture 2021, Musdah Mulia membawakan tema  “Penguatan Literasi Agama, Mewujudkan Indonesia Maju”. Ia memulai dengan pertanyaan 'Pentingkah agama itu?' Pertanyaan ini diangkat Pew Research Center dan tahun 2020 menempatkan Indonesia sebagai negara yang amat religius karena mayoritas penduduknya menjawab agama sangat penting. 

Baca Juga : Soal Revitalisasi TIM, DKJ: Kami Dieliminir

Survei tersebut turut mengaitkan antara kemajuan suatu negara dengan nilai keagamaan. Hasilnya, penduduk negara berkembang cenderung menganggap penting agama dalam kehidupan, demikian juga sebaliknya. Tingkat religiusitas negara berbanding terbalik dengan kemajuan ekonomi dan juga tingkat kebahagiaan penduduknya.

Survei tersebut mengonfirmasi riset Islamicity Indices yang memilih 10 negara paling islami, yaitu Selandia Baru, Netherland, Swedia, Irlandia, Switzerland, Denmark, Kanada, Australia. Sebaliknya, skor negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam cenderung rendah, seperti Indonesia.

Hal tersebut tergolong ironis karena mestinya negara dengan penduduk religius dapat lebih maju karena masyarakatnya penuh rasa empati kemanusiaan, dermawan, baik hati dan penuh kedamaian sehingga terdorong untuk kreatif dan inovatif. Namun, kehidupan bangsa Indonesia, khususnya dilihat dari aspek keberagamaan memperlihatkan sebuah paradoks yang luar biasa. Paradoks antara kehebohan beragama dan kebangkrutan moralitas. Hal itu, antara lain karena agama hanya dijalankan sebagai ritual tanpa makna.

Baca Juga : Wadah Apresiasi Musik Tradisional Lewat International Ethnic Music Festival

Kemampuan literasi agama setidaknya membuat penganut agama dapat menghayati konsep agama dan martabat kemanusiaan, relasi agama dan negara, agama dan ekologi, serta agama dan mayantara untuk selanjutnya mengimplementasikan nilai- nilai agama dalam kehidupan nyata demi mewujudkan Indonesia maju. Setidaknya, agama dapat melakukan tiga hal. 

Pertama adalah upaya humanisasi, yaitu memanusiakan manusia dan mengangkat harkat martabat manusia sehingga berkuranglah praktik diskriminasi, eksploitasi, kekerasan dan ketidakadilan. Kedua adalah upaya liberasi, yaitu membebaskan manusia dari kemiskinan, kelaparan dan penindasan. Terakhir, upaya transendensi, menguatkan spiritualitas manusia agar hidup lebih bermakna bagi semua makhluk di alam semesta. Agama harus berfungsi menjadi pengetahuan demi mewujudkan hidup yang berkualitas.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait