beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Balas Dendam! Iran Serang Pangkalan Militer AS di Irak

Kintan Lestari,
lebih dari 2 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Balas Dendam! Iran Serang Pangkalan Militer AS di Irak
Image: Middle East Monitor

Tehran - Isu Perang Dunia Ketiga nampaknya bukan guyonan lagi. Iran sebelumnya mengancam akan membalas Amerika Serikat atas kematian Mayjen Soleimani yang terbunuh dekat Bandara Internasional Baghdad.

Ancaman Iran pun terbukti dilaksanakan. Pasalnya baru-baru ini mereka menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di Irak Utara dengan rudal. Salah satu tempat yang diserang adalah pangkalan militer Ain al-Asad.

Garda Revolusi juga menyatakan mereka akan menghancurkan AS juga negara-negara sekutu AS apabila negara-negara tersebut membalas serangan yang dilancarkan Iran.

Dilaporkan Aljazeera (8/1/2020), Iran meluncurkan 13 rudal ke pangkalan udara Ain al-Asad dan fasilitas yang dekat dengan bandara di Erbil.

Baca Juga: Waduh, Trump Siap Serang 52 Titik Vital Jika Iran Melawan!

Serangan itu dibenarkan Pentagon. Mereka mengkonfirmasi kalau lebih dari selusin rudal diluncurkan ke militer AS dan pasukan koalisi di Irak, dan bahwa rudal itu berasal dari Iran.

"Kami sedang menaksir dampak kerusakan. Kami akan mengambil segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melindungi dan mempertahankan personil AS, rekan, dan sekutu di wilayah tersebut," papar juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman.

Pentagon menyebut bahwa tidak ada korban akibat serangan Iran.

Sementara itu Irak yang menjadi medan pertempuran AS dan Iran menyatakan kekhawatiran akan kondisi mereka.

Baca Juga: Iran Siap Balas Dendam Atas Pembunuhan Mayjen Qassem Soleimani, Tagar World War 3 Jadi Trending

"Harapan terburuk yang dimiliki Irak, bahwa itu akan kembali menjadi teater konfrontasi antara kekuatan-kekuatan dunia tampaknya menjadi kenyataan lagi malam ini, karena Irak adalah tempat di mana AS memilih untuk mengalahkan Soleimani dan Irak lagi adalah tempat di mana Iran memilih untuk menyerang pasukan AS," ujar Al Jazeera's Bin Javaid.

Didorong oleh reaksi publik yang kuat atas pembunuhan Soleimani di tanah Irak, anggota parlemen di Irak memberikan suara pada hari Minggu (5/1/2020) kemarin untuk menuntut penghapusan semua pasukan asing dari negara itu.

Namun 5000 tentara AS dan tentara asing lainnya tetap berada di Irak sebagai bagian dari koalisi yang telah melatih dan mendukung pasukan keamanan Irak melawan ancaman dari Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL atau ISIS).

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait