menu
user
URtech

Bisnis Qlue Melesat Meski Dihantam Pandemi

Afid Ahman,
23 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bisnis Qlue Melesat Meski Dihantam Pandemi
Image: Qlue

Jakarta - Banyak startup yang bergelimpangan saat virus COVID-19 menginveksi Indonesia. Tapi kondisi berbeda dialami Qlue, bisnis mereka malah melesat meski dihantam pandemi.

Sepanjang tahun lalu, Qlue mencatatkan pertumbuhan bisnis sebesar 70% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Founder dan CEO Qlue Rama Raditya mengatakan, situasi bisnis pada 2020 lalu penuh dengan dinamika akibat pandemi COVID-19. Dengan kondisi tersebut, digitalisasi dan pemanfaatan solusi smart city di Indonesia semakin krusial dalam keberlangsungan usaha. 

Integrasi solusi smart city dengan kebutuhan di masa pandemi bisa membantu berputarnya roda perekonomian agar tetap berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Hal itu juga sejalan dengan tren usaha saat ini juga berkembang ke arah bisnis yang secara operasional minim sentuhan dan tatap muka langsung sehingga layanan yang disediakan oleh Qlue bisa menghadirkan dimensi baru bagi dunia usaha. 

Kemampuan Qlue dalam membaca kecenderungan pasar itu juga menjadi pondasi utama dalam inovasi dan pengembangan solusi berkelanjutan oleh Qlue.

“Kami menyadari bahwa dalam situasi yang penuh tantangan di masa pandemi ini, kami harus bergerak untuk membantu pemerintah dalam memerangi COVID-19 dengan solusi-solusi terdepan. Hal ini yang mendorong kami untuk berinovasi dan semakin bekerja keras untuk memberikan dampak positif yang besar kepada Indonesia," terang Rama.

"Namun secara bersamaan kami berhasil memberikan pertumbuhan signifikan sebesar 70% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini akan kami jadikan modal utama untuk terus menyongsong masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia” sembungnya. 

Sementara itu, Co-founder dan CTO Qlue Andre Hutagalung mengatakan pengembangan solusi baru untuk menghadapi pandemi mutlak untuk dilakukan karena berdampak besar kepada situasi sosial dan ekonomi di Indonesia maupun global. 

Salah satu realisasinya adalah dengan menghadirkan QlueThermal, suatu inovasi untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di masa pandemik. Solusi yang dikembangkan selain mendeteksi suhu tubuh dan masker secara otomatis dengan akurasi lebih dari 95%, juga terus dikembangkan melalui terintegrasi dengan QlueDashboard maupun aplikasi pihak ketiga yg dimiliki oleh klien. 

"Awal 2020 lalu meskipun Qlue memiliki sejumlah rencana pengembangan teknologi, namun dengan terjadi pandemi, Qlue berinisiatif dengan mengembangkan solusi baru sebagai prioritas untuk 2 menghadapi pandemi. Salah satunya dari aplikasi pelaporan warga QlueApp, Qlue membuat 6 kategori laporan baru terkait COVID-19 dan menjadi mitra strategis Pilkada Watch," terang Andre.

"Dari lini produk IoT (Internet of Things) kami mengembangkan QlueThermal untuk mendeteksi suhu tubuh dan penggunaan masker secara otomatis yang juga dilengkapi dengan fitur absensi. Pengembangan berikutnya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar sehingga dapat digunakan untuk sistem absensi, akses kontrol, dan integrasi dengan RFID,” tambah Andre. 

Setelah sukses menghadirkan solusi pendukung penerapan protokol kesehatan di era new normal, Qlue tetap melanjutkan pengembangkan solusi pendukung smart city lainnya.

“Tahun ini juga kami coba untuk fokus pada pengembangan solusi lain yang sudah kami rencanakan dalam Roadmap, termasuk Smart Environment yang difokuskan untuk memperbaiki kualitas udara dan Smart Traffic Management untuk meningkatkan mobilitas di perkotaan. Selain itu, kami juga sedang mengembangkan sebuah platform untuk mempermudah penggunaan solusi AI (artificial intelligence) Qlue agar bisa dijangkau pelaku bisnis skala kecil hingga besar sesuai kebutuhan masing-masing,” pungkas Andre.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait