beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Daftar Lengkap Perusahaan Farmasi Produksi Obat Berbahaya Mengandung EG-DEG

Fitri Nursaniyah,
9 November 2022 15.17.43 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Daftar Lengkap Perusahaan Farmasi Produksi Obat Berbahaya Mengandung EG-DEG
Image: Ilustrasi obat sirup. (PEXELS/cottonbro)

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengumumkan total lima perusahaan farmasi yang melanggar aturan produksi obat sirup yang baik.

Lima perusahaan tersebut adalah PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, PT Afi Farma, PT Samco Farma, dan PT Ciubros Farma.

Berdasarkan hasil penelusuran BPOM, PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma menggunakan bahan baku pelarut propilen glikol (PG) mengandung cemaran etilen glikol (EG) di atas ambang batas.

Cemaran EG pada salah satu obat sirup produksi PT Yarindo bahkan mencapai 48 mg/per ml, padahal syaratnya harus di bawah 0,1 mg/per ml.

"Industri farmasi yang diduga menggunakan pelarut yang mengandung EG DEG di atas ambang batas, yaitu PT Yarindo Pharmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries," ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil Penindakan IF yang Memproduksi Sirup Obat TMS pada Senin (31/10/2022).

Selain itu, Penny menyebut bahwa PT Afi Pharma juga termasuk dalam daftar produsen yang tidak memenuhi standar pembuatan obat sirup.

"Kami menemukan produk obat sirup paracetamol drop, paracetamol syrup, rasa peppermint produksi PT Afi Pharma. Jadi ada satu produsen ketiga yang diduga ada unsur pidana," ujar Penny.

Kepada tiga perusahaan tersebut, BPOM menetapkan sanksi administratif dengan mencabut Sertifikat CPOB untuk sediaan cairan oral nonbetalaktam dan izin edar sirup obat yang diproduksi ketiga industri farmasi tersebut.

BPOM telah memerintahkan kepada ketiga industri farmasi tersebut untuk menghentikan kegiatan produksi sirup obat, mengembalikan surat persetujuan izin edar semua sirup obat, menarik dan memastikan semua sirup obat telah dilakukan penarikan dari peredaran yang meliputi pedagang besar farmasi, apotek, toko obat, dan fasilitas pelayanan kefarmasian lainnya.

Sebanyak 69 merek obat sirup produksi tiga perusahaan tersebut akhirnya ditarik BPOM.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait