menu
user
URstyle

Dianggap Tak Punya Iktikad Baik, SUPREME Digugat Supreme

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Dianggap Tak Punya Iktikad Baik, SUPREME Digugat Supreme
Image: Supreme. Sumber: Instagram @supremenewyork.

Jakarta - Belum lama ini sebuah brand di Indonesia digugat oleh Chapter 4 Corp., perusahaan yang memiliki merek Supreme. Brand asal Indonesia ini digugat karena iktikad tidak baik.

Berdasarkan penelusuran Urbanasia, Chapter 4 Corp., mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Nomor Perkara 10/Pdt.Sus-HKI/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst. Gugatan itu diajukan pada Senin (15/2/2021) lalu guys. Dilansir dari SIPP PN Jakarta Pusat, pihak yang digugat oleh Chapter 4 Corp adalah Husein Thamrin. 

Dalam situs SIPP PN Jakarta Pusat dijelaskan bahwa Chapter 4 Corp pemilik merek ternama Supreme menggugat merek "SUPREME" milik Husein karena dianggap memiliki iktikad tidak baik.

Nah, dalam Pasal 21 Ayat 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dinyatakan bahwa maksud 'permohonan yang beriktikad tidak baik' adalah yang mendaftarkan mereknya dengan niat untuk meniru, menjiplak, atau mengikuti merek lain demi kepentingan usahanya. Hal ini akan menimbulkan kondisi persaingan usaha yang tidak sehat, mengecoh, atau menyesatkan konsumen.

Sementara dalam gugatan ini, Chapter 4 Corp memperkarakan Merek SUPREME milik Husein yang terdaftar dengan nomor IDM000421842 (kelas 25) untuk dibatalkan. Berdasarkan pencarian Urbanasia di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI), nomor tersebut terdaftar untuk merek pakaian jadi, kutang (BH), kaos kaki, sepatu, sandal, dan ban pinggang. Adapun merek SUPREME bdengan logo tulisan kapital berwarna hitam itu bakal dilindungi sejak 7 Oktober 2010 hingga 7 Oktober 2030.

Sementara pada kelas yang sama, Supreme milik Chapter 4 Corp juga terdaftar di PDKI dengan nomor pendaftaran IDM000707556. Adapun jenis barang dalam merek ini adalah beberapa jenis topi, syal, bandana, dasi, sarung tangan, half mask, ikat kepala, dan pakaian. Barang-barang dengan merek Supreme yang terdaftar ini dilindungi mulai 12 Desember 2017 sampai dengan 12 Desember 2027.

Nah dalam perkara ini ada beberapa hal yang diminta oleh Chapter 4 Corp, di antaranya :

1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Penggugat sebagai pemakai pertama dan pemilik satu-satunya yang sah atas Merek "SUPREME" untuk membedakan barang dan jasa Penggugat dengan barang dan jasa milik pihak lainnya;
3. Menyatakan merek "SUPREME" Penggugat sebagai merek terkenal;
4. Menyatakan Merek Tergugat: "SUPREME" dengan No. Pendaftaran IDM000421842 di Kelas 25; didaftarkan dengan itikad tidak baik;
5. Membatalkan atau menyatakan batal Merek Tergugat dengan rincian sebagai berikut: "SUPREME" dengan No. Pendaftaran IDM000421842 di Kelas 25; Memerintahkan Turut Tergugat untuk membatalkan Merek Tergugat: "SUPREME" dengan No. Pendaftaran IDM000421842 di Kelas 25; dari Daftar Umum Merek; dan
6. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini.


Kasus ini bakal segera masuk ke persidangan. Adapun sidang pertama telah dijadwalkan akan berlangsung 2 Maret 2021 mendatang, guys. Kira-kira bagaimana ya hasilnya?

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait