Hot News
URnews

Dinkes Bantah Tak Koordinasi soal Penanganan COVID-19 dengan Rumah Sakit di Surabaya

Nivita Saldyni,
30 June 2020
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Dinkes Bantah Tak Koordinasi soal Penanganan COVID-19 dengan Rumah Sakit di Surabaya
Image: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menggelar audiensi dengan IDI dan Persi Jatim terkait penanganan COVID-19 di Balai Kota Surabaya, Senin (29/6/2020) (Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita membantah tuduhan yang mengatakan bahwa pihaknya tidak melakukan koordinasi dengan sejumlah rumah sakit di Surabaya terkait penanganan COVID-19. Ia memastikan bahwa Pemkot Surabaya rutin berkoordinasi dengan rumah sakit setempat.

Bantahan ini disampaikan Febria saat menjawab keluhan salah satu dokter di RSUD dr. Soetomo terkait penuhnya kapasitas rumah sakit rujukan.

"Kalau tidak koordinasi, pasti kami tidak punya data," kata wanita yang akrab disapa Feny itu, menanggapi salah satu keluhan dokter di RSUD dr. Soetomo, Senin (29/6/2020).

Feny pun memastikan pihaknya setiap hari melakukan koordinasi ke seluruh rumah sakit untuk memastikan ketersediaan tempat tidur dan jumlah pasien yang sedang dirawat.

“Kenapa kami melakukan itu setiap hari? Karena tidak semua rumah sakit entry data pasien, sehingga kami harus mendatangi rumah sakit itu setiap harinya,” imbuhnya.

Nah, dengan cara inilah ia mengaku bisa mengetahui mana yang sering tidak entry data dan yang mana yang tidak tepat waktu melaporkan data pasiennya.

Namun ia tak memungkiri bahwa koordinasi ini kadang kala tak langsung kepada direksi di masing-masing rumah sakit. Kadang ke rekam mediknya, perawatnya, atau bahkan dokter jaganya.

Untuk itulah ia membantah tegas tuduhan miring soal buruknya upaya koordinasi yang dibangun Dinkes dan rumah sakit di Ibu Kota Jawa Timur ini.

“Kami juga punya data bahwa saat ini ada sebanyak 429 tempat tidur kosong di 50 rumah sakit di Surabaya, kami tahu karena kami keliling ke rumah sakit itu,” pungkasnya. 

Feny pun menegaskan bahwa seluruh data yang diapatkannya merupakan hasil tracing yang dilakukan Dinkes Surabaya setiap hari. Sebab ia percaya bahwa masifnya tracing mampu segera memutus rantai penularan virus corona.

 


Loading ..