beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtech

Duh, Ada 5 Kebocoran Data di Indonesia Sepanjang November 2022

Shinta Galih,
24 November 2022 12.48.51 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Duh, Ada 5 Kebocoran Data di Indonesia Sepanjang November 2022
Image: Ilustrasi kebocoran data. (Pexels/Danny Meneses)

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat ada 5 insiden kebocoran data yang terjadi di Indonesia sepanjang November 2022. Demikian diungkap Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate saat Rapat Kerja Komisi I DPR RI, Rabu (23/11/2022).

Insiden pertama terjadi 8 November 2022 pada Carousel. Dua hari kemudian atau 10 November, data pengguna MyPertamina.

Menkominfo mengaku pihaknya telah melakukan penelusuran dan pengujian sampel data di forum jual beli data. Mereka pun meminta klarifikasi secara resmi kepada Pertamina.

"Sampai saat ini masih ada pembicaraan dan belum ada tanggapan resmi tersurat kepada kami. Ini terbuka saya sampaikan," terang Menkominfo.

Kasus ketiga PeduliLindungi yang datanya dijual Bjorka pada 15 November. Atas insiden ini, Kominfo telah meminta klarifikasi pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai penyelenggara sistem elektronik dan wali data. Secara bersamaan Kominfo melakukan koordinasi dengan PT Telkom dan BSSN untuk uji forensik.

Pada 16 November kebocoran data Lazada. Menkominfo mengungkap kasus ini karena kelalaian penjualan yang menyebabkan akses tidak sah. Dia mengungkapkan rekomendasi teknis perbaikan sedang disiapkan.

Terakhir pada 18 November lalu Mobile Legend. Moonton disebutkan melakukan investigasi internal.

Perusahaan meyakini sumber data yang bocor dibagikan oleh moderator yang bertugas memoderasi diskusi aktif forum game tersebut.

"Moonton mengatakan kebocoran data bukan dari sistem internal mereka dan investigasi internal masih berlangsung. Kominfo memberikan rekomendasi, meminta Moonton memberikan hasil investigasi sebagai bentuk akuntabilitas sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik," jelas Menkominfo.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait