beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Eri Cahyadi: SMP Negeri dan Swasta Punya Kualitas Sama

Nivita Saldyni,
15 Juni 2022 12.53.34 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Eri Cahyadi: SMP Negeri dan Swasta Punya Kualitas Sama
Image: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan SMP Negeri dan Swasta di Kota Pahlawan punya kualitas yang sama dalam menyediakan kebutuhan pendidikan yang layak dan bisa dijangkau bagi semua masyarakat. Untuk itu Eri memastikan agar calon siswa maupun wali murid tak perlu khawatir di tengah masa Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022 ini. 

“SMP Negeri memang terbatas jumlahnya, tidak mungkin semua anak bisa masuk. Maka, saya menyampaikan bahwa SMP Negeri maupun Swasta tidak berbeda dan memiliki kualitas yang sama,” tegas Eri dikutip dari keterangan resminya, Rabu (15/6/2022).

Ia pun memastikan Pemkot terus berusaha memaksimalkan kualitas SMP Swasta, agar setara dengan SMP Negeri di Kota Pahlawan. Contohnya seperti kebutuhan laboratorium, di SMP Swasta juga harus memiliki fasilitas yang sama.

“Yang harus kita buat adalah standar pelayanan minimal. Hal ini sudah kami koordinasikan dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Negeri dan Swasta, yakni bagaimana sekolah Swasta bisa ditingkatkan kualitasnya dan kebutuhannya, sama dengan sekolah negeri,” terang Eri.

Terlebih menurutnya di masa pendidikan wajib sembilan tahun ini semua anak-anak di Kota Pahlawan harus mendapatkan pendidikan yang layak. Untuk itu ia memastikan pihaknya bakal terus berusaha memberikan intervensi ke sekolah swasta, salah satunya dengan peningkatan sertifikasi guru. Termasuk juga memastikan siswa dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tidak dikenai biaya penarikan apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Selain itu menurut Eri harus ada kesepakatan bersama antara MKKS Negeri dan Swasta terkait bantuan kepada sekolah. Sehingga Pemkot melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya bersama MKKS Negeri dan Swasta bisa memprioritaskan sekolah mana yang layak untuk menerima bantuan lebih dulu.

“Akhirnya masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) karena sekolah ini jumlahnya sekian, masuk dalam tahun sekian,” jelas Eri.

Soal penambahan sekolah untuk SMP Negeri, Pemkot Surabaya bakal menghitung kebutuhan di masing-masing wilayah per kecamatan. Di antaranya jumlah SD Negeri dan Swasta, juga jumlah SMP Negeri dan Swasta.

“Sebetulnya yang akan masuk SMP berapa, Itu bisa dilihat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk lima tahun kedepan. Setelah lima tahun kedepan itulah kami bisa tau, perlukah menambah SMP atau tidak,” beber dia.

Nah jika diperlukan, maka nantinya Pemkot lewat Dinas Pendidikan bakal berkoordinasi dengan MKKS Negeri dan Swasta. Sebab, Eri ingin ada kesepakatan bersama untuk mewujudkan Surabaya yang Maju, Harmonis, dan Berkelanjutan.

“Kalau kurang, maka harus disepakati ditambah. Tapi kalau di wilayah itu sudah penuh, bahkan berlebih, bagaimana? Karena ada di titik tertentu, jumlah kampungnya padat jumlah sekolahnya sedikit dan ada yang wilayahnya tidak padat tapi sekolahnya banyak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh menambahkan jika ada wali murid yang mengalami kesulitan selama masa PPDB Tahun 2022 tak perlu khawatir. Kamu bisa meminta bantuan di SD dan SMP Negeri Maupun Swasta terdekat di wilayah masing-masing.

“SD dan SMP, siap siaga membantu warga atau orang tua siswa yang hendak mendaftarkan putra dan putrinya untuk sekolah,” pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait