Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Etika Review Produk Ala Pakar Komunikasi Digital

Nivita Saldyni,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Etika Review Produk Ala Pakar Komunikasi Digital
Image: Ilustrasi review produk. (Freepik)

Jakarta – Review produk jadi salah satu konten yang banyak dicari dan banyak diminati oleh pengguna internet, termasuk di media sosial. Pasalnya kehadirannya sangat membantu kita lebih mudah menentukan keputusan sebelum membeli suatu barang.

Hal ini pula lah yang disampaikan oleh Pakar Komunikasi Digital, Firman Kurniawan. Dalam URtalks ‘Review Berujung Pidana, Mungkinkah?’ yang berlangsung di Instagram Live Urbanasia, Senin (16/8/2021), dosen di Universitas Indonesia ini mengatakan bahwa review produk menjadi sebuah tren yang meningkat pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Firman mengatakan bahwa tidak setiap pemilik produk atau produsen mampu menyampaikan keunggulan produk maupun isi atau maksud dari produk mereka. Sehingga kehadiran pihak ketiga, dalam hal ini reviewer sangat dibutuhkan.

“Hari ini hubungannya jadi lebih cair, hampir setiap orang memiliki akun media sosial dan setiap orang juga mempunyai peluang untuk menilai sebuah produk,” kata Firman.

Nah ketika orang yang memberikan penilaian itu memiliki follower yang banyak, maka akan mendatangkan keuntungan bagi produsen. Hubungan inilah yang kemudian berkembang dan membuat review produk itu memiliki nilai ekonomi. Sehingga tak heran jika sering kali kita menemukan konten review produk dilakukan oleh seorang influencer ataupun endorser.

Kendati demikian bukan berarti kamu tak bisa melakukan penilaian terhadap suatu produk atau review loh guys. Review produk bisa dilakukan siapapun, namun ada etika yang perlu kamu ketahui.

Etika Mereview Produk

Firman mengatakan dalam komunikasi, setiap informasi yang disampaikan haruslah benar, tidak ada yang dikurangi ataupun ditambah. Hal ini juga berlaku saat seseorang melakukan review produk, sehingga tidak terjadi misinformasi maupun disinformasi.

Sehingga menurut Firman, sebelum memberikan review alangkah baiknya jika kita menggunakan produk itu terlebih dahulu. Dengan begitu kita bisa memberikan penilaian yang tepat terhadap produk tersebut.

“Jadi bukan seolah-olah pernah menggunakan dan seolah-olah kita tunjukkan kepada orang bahwa kita puas karena relasinya dibayar. Jadi benar kita sudah menggunakan, benar kita sudah mengalami, dan performance apa yang kita sampaikan itu sesuai dengan keadaan produk,” jelasnya.

Namun hal itu pun harus bisa dibuktikan. Misalnya untuk mereview produk makanan, maka kita bisa memberikan penilaian saat memakan produk tersebut. Begitu juga dengan produk skincare, kita bisa menunjukkan bukti sebelum dan sesudah memakai produk tersebut.

Untuk itulah menurutnya tujuan utama dari mereview produk adalah untuk menyampaikan kebenaran dari produk tersebut, bukan untuk memuji-muji ataupun mendiskreditkan sebuah produk. Sehingga tak perlu takut dalam mereview produk, namun juga tak boleh gegabah.

“Jadi (mereview) berdasarkan pengalaman kita menggunakan, berdasarkan apa yang kita lihat sepanjang menggunakan produk tersebut kemudian kita nyatakan bahwa skincare ini betul-betul saya pakai dan saya merasakan ada bedanya. Perbedaan tersebut yang ingin saya tunjukkan, jadi apa yang saya nyatakan ini sebuah kebenaran yang tidak dilebih-lebihkan, maka tidak perlu takut,” jelas Firman panjang lebar.

Untuk itulah Firman mengingatkan, jangan sampai memberikan review dari pengalaman orang lain dan menariknya menjadi sebuah kesimpulan tanpa tahu kebenarannya. Seperti misalnya mengatakan suatu produk bagus ataupun jelek berdasarkan pengalaman orang lain.

“Nah itu yang menurut saya kita harus mampu, antara tidak terlalu takut tapi juga tidak gegabah dalam menilai,” tegasnya.

“Kalau dari sisi komunikasi menurut saya keberadaan reviewer ini untuk memudahkan konsumen lain yang belum mengambil keputusan terhadap sebuah produk. Jadi dengan adanya review itu orang menjadi mengurangi waktunya untuk mempertimbangkan, mengurangi energinya untuk ragu-ragu. Sehingga reviewer tidak seharusnya mereka melebih-lebihkan performance sebuah produk maupun mengurang-nguranginya yang akhirnya membingungkan konsumen lain. Jadi apa adanya, pengalaman kita, apa yang kita rasakan itu yang perlu kita sampaikan,” pesannya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait