Hot News

Banjarnegara – Setiap tahun, fenomena embun upas atau embun beku selalu muncul di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Fenomena alam yang tergolong unik tersebut juga terjadi belakangan ini.

Selama ini, embun upas yang muncul saat musim kemarau menjadi destinasi wisata di Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Biasanya, ratusan penginapan (homestay) yang ada di Dieng khususnya di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, penuh oleh wisatawan yang menginap untuk sekadar menyaksikan fenomena embun upas ini.

Embun upas tersebut sering kali muncul ketika suhu udara di KWDT Dieng berada di bawah 0 (nol) derajat Celsius pada dini hari hingga pagi hari.

"Beberapa hari yang lalu muncul embun upas di Dieng sehingga kami terus memantaunya guna melakukan observasi dan penyebarluasan informasi kepada para pemangku kebijakan," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, seperti dikutip dari Antara (30/7/2020).

Fenomena embun upas ini juga akan kembali muncul mengingat puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada bulan Agustus.

1596084512-embunbeku.jpgSumber: fenomena embun upas/ANTARA

"Saat musim kemarau, Dataran Tinggi Dieng memiliki kelembaban udara yang tinggi, berbeda dari daerah lainnya di Jawa Tengah," ujar Setyoajie.

Tingginya kelembaban udara di wilayah dataran tinggi di Jawa Tengah tersebut terjadi akibat kompleksitas pegunungan dan tutupan lahan.

"Pada saat inilah embun upas atau embun beku terbentuk," kata Setyoajie.

Terlebih, pola kelembaban udara harian di Dieng dapat menjadi jenuh atau terkondensasi menjelang pagi hari.

1596084491-embunupas4.jpgSumber: embun upas/ANTARA

Uap air di udara kemudian berubah menjadi titik-titik air. Di saat yang bersamaan, suhu udara harian juga menuju pada titik minimum mencapai nol derajat celcius atau bahkan minus.

“Akibat suhu lingkungan yang sangat dingin, titik-titik air atau embun yang telah terbentuk tersebut kemudian berubah menjadi kristal es atau embun upas," urai Setyoajie.

Embun beku tersebut akan tetap bertahan ketika suhunya masih berada pada kisaran titik beku. Namun, seiring matahari mulai terbit, embun upas akan mulai mencair

“Dan sebagian menjadi uap air lagi," kata Setyoajie.

1596084499-embunupas2.jpgSumber: fenomena embun upas/ANTARA

Adanya fenomena tahunan tersebut, Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Jawa Tengah akan terus memantau fenomena tersebut untuk memperoleh data pengamatan cuaca yang akurat.

Dengan adanya data pengamatan cuaca yang akurat dan dengan peralatan yang terstandar di lokasi, pola pembentukan embun upas di Dataran Tinggi Dieng ini dapat diprakirakan dengan baik dan menjadi daya tarik wisatawan.


Loading ..