beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtech

Google Pecat Insinyur Gegara Klaim AI Punya Perasaan

Shinta Galih,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Google Pecat Insinyur Gegara Klaim AI Punya Perasaan
Image: AI machine image (Foto: Wikimedia Commons)

Jakarta - Blake Lemoine, insinyur Google yang secara terbuka menyuarakan kekhawatiran soal kecerdasan buatan, LaMDA (Language Model for Dialogue Applications), hidup dan memiliki perasaan layaknya manusia.

Pada Juni lalu, Blake harus menjalani cuti administratif karena dianggap telah melanggar kebijakan kerahasiaan perusahaan. Blake telah mengumpulkan bukti bahwa LaMDA telah mencapai kesadaran.

Kepada The Washington Post, Blake mengaku dia menerima email pemecatan dari Google pada hari Jumat bersama dengan permintaan untuk konferensi video dan tidak diizinkan untuk memiliki pihak ketiga yang hadir pada pertemuan virtual.

Blake mengklaim percakapannya dengan chatbot LaMDA membuatnya percaya bahwa itu telah menjadi lebih dari sekadar sebuah program dan memiliki pemikiran dan perasaannya sendiri, menghasilkan percakapan yang cukup realistis

Dia berpendapat bahwa peneliti Google harus meminta persetujuan dari LaMDA sebelum menjalankan eksperimen. Lemoine sendiri ditugaskan untuk menguji apakah AI menghasilkan ujaran kebencian dan menerbitkan potongan percakapan itu di akun Medium-nya sebagai bukti.

Sementara itu, juru bicara Google Brian Gabriel mengkonfirmasi pemecatan tersebut, dengan mengatakan, "Kami berharap Blake baik-baik saja."

Brian turut mengungkap bahwa Google telah melakukan peninjauan pada LaMDA sebanyak 11 kali dan menyebut bahwa klaim Blake terkait LaMDA sepenuhnya tidak berdasar.

"Kami akan melanjutkan pengembangan model bahasa kami dengan hati-hati, dan kami berharap Blake baik-baik saja,” ujar Brian.

Beberapa anggota komunitas riset AI juga menentang klaim Blake Lemoine. Margaret Mitchell, yang dipecat dari Google setelah menyebut kurangnya keragaman dalam organisasi, menulis di Twitter bahwa sistem seperti LaMDA tidak mengembangkan niat, melainkan "memodelkan bagaimana orang mengekspresikan maksud komunikatif dalam bentuk string teks."

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait