Malang - Kasus orang hilang akibat terseret ombak sudah sering terjadi. Apalagi di area pantai selatan Jawa termasuk yang ada di Kabupaten Malang.

Yang paling baru adalah kejadian seorang mahasiswa Universitas Brawijaya yang hilang terseret ombak saat mandi di tepian laut, Kamis (19/12/2019) pagi.

Kita seharusnya paham jika Indonesia memiliki risiko bencana tinggi khususnya laut. Jika sudah terseret ombak, maka banyak kemungkinan yang bisa menghilangkan nyawa seseorang. Belum lagi kalau dimakan ikan saat terombang ambing di laut, guys.

Nah, selain harus waspada, agaknya kalian perlu deh memahami cara menyelamatkan diri saat terseret ombak. Terlebih buat kalian yang hobi banget main di pantai.

Baca juga: Asyik Mandi di Tepi Pantai, Mahasiswa Malang Hilang Terseret Ombak

Tim Urbanasia bakalan merangkum cara menyelamatkan diri saat terseret ombak dilansir dari wikihow, guys. Gimana detailnya? Yuk, simak ulasannya.

1. Tetap tenang dan jangan panik!

Jika kalian terseret ombak, tetaplah tenang dan jangan panik. Panik hanya akan mengurasi energi pikiran sehingga kalian bakalan lebih sulit untuk menyelamatkan diri.

Bahkan, perenang handal pun tidak akan bisa melawan arus ombak saat masih kuat. Mencoba berenang melawan arus hanya akan menyebabkan kelelahan hingga akhirnya tenggelam.

Nah, menjaga diri untuk tetap tenang dalam kondisi seperti itu pasti cukup sulit. Namun, nggak ada salahnya mencoba beberapa cara ini, guys.

Pertama, coba atur nafas kalian dan jaga kepalamu tetap di atas air serta ambil napas dalam-dalam. Kedua, pikirkan hal-hal positif dan menenangkan. Bisa dengan mengatakan pada diri sendiri seperti, “Jangan panik. Aku bisa keluar dari terjangan ombak ini. Jangan melawan arus. Hemat energy dan cari gelombang yang pecah di tepi arus.”

Ketiga, ingatkan diri kalian bahwa arus ombak tidak menyeret kalian ke dalam air. Arus ini hanya menarik tubuh kalian menjauh dari pantai. Dengan begitu, kalian akan terhindar dari kepanikan.

2. Panggil bantuan

Nah, jika kalian mahir berenang, coba lakukan teknik mengambang lalu berenang sejajar dengan pantai untuk menyeberangi tepi arus.

Namun jika kamu tidak berenang, coba minta bantuan dengan cara melambaikan tanganmu untuk mendapatkan perhatian penjaga pantai atau orang lain di sekitaran pantai.

3. Mengapunglah hingga keluar dari arus

Biasanya, saat terseret ombak, perasaan yang seringkali muncul adalah berusaha untuk melawan arus untuk menuju bibir pantai.

Namun, ternyata cara ini merupakan hal paling berbahaya, guys. Lebih baik fokus menjaga kepala kalian agar tetap di atas air sampai arusnya melemah sehingga kamu bisa berenang kembali menuju tepi pantai.

Sebagai informasi, sebagian besar arus ombak itu bisa membawamu 46 hingga 91 meter menjauhi bibir pantai. Tapi setelah arus mulai mereda, kamu bisa lebih mudah berenang keluar dari arus tersebut.

4. Berenanglah sejajar dengan pantai untuk menghindari arus

Kebanyakan arus ombak memiliki lebar antara 9,1 hingga 30,5 meter. Untuk itu, carilah arus ombak terdekat yang sudah pecah sehingga tepian pantai bisa terlihat.

Berenanglah ke arah ombak tersebut dan pastikan untuk berenang sejajar dengan pantai dari pada langsung berenang ke arah ombak tersebut.

Saran ini, direkomendasikan langsung oleh the National Atmospheric and Oceanic Administration (NOAA) dan U.S. Lifesaving Association pada 2018 lalu.

5. Berenang secara diagonal ke pantai setelah keluar dari arus

Nah, setelah kalian berhasil keluar dari arus, buat jalan untuk kembali ke bibir pantai dengan sudut yang menjauh dari arus. Caranya dengan berenang secara diagonal untuk meminimalisir kemungkinan kalian terseret lagi dalam arus.

Ini karena arus ombak pasang sering terbentuk di sekitaran dermaga dengan struktur tegak lurus 90 derajat ke pantai.

Jika kalian berada di dekat salah satu struktur ini, berenanglah menjauh. Jika perlu, berhenti dan mengambang secara berkala untuk beristirahat. Jika kalian lelah dan tidak bisa berenang lebih jauh lagi, mintalah bantuan dan lambaikan tangan.

Komentar
paper plane