Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URstyle

Indonesia Kurangi Promosi Bali di ASEAN Tourism Forum 2020, Apa Alasannya?

Healza Kurnia H,
lebih dari 1 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Indonesia Kurangi Promosi Bali di ASEAN Tourism Forum 2020, Apa Alasannya?
Image: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mengunjungi Travex 2020 didampingi Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Sujatmiko (kedua kiri) dan Menteri Sumber Daya Primer dan Pariwisata Brunei Dato Seri Setia Awang Haji Ali bin Apong (kedua kanan).(ANTARA)

Bandar Seri Begawan - Kalo ngomongin wisata di Indonesia kalian udah pada pernah liburan ke mana aja sih? Labuan Bajo? Raja Ampat? Danau Toba? Bali? Atau ada tempat lainnya?

Nah, kalo udah pernah kalian harusnya bangga sebagai warga Indonesia karena kini wisata-wisata menarik itu oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata terus diperkenalkan di berbagai forum.

Termasuk salah satunya Travel Exchange (Travex) 2020 yang diselenggarakan di Bridex Convention Center, Jerudong, Brunei Darussalam, pada 14-16 Januari 2020.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani disela-sela ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020 di Gadong, Brunei Darussalam mengatakan Indonesia juga mulai memperkenalkan destinasi unggulan selain Bali dalam Travex 2020.

Baca Juga: Logo Baru Kemenparekraf Beredar di Medsos, Jadi Perdebatan Netizen!

"Dalam kegiatan itu kami mulai kurangi dominasi Bali, bukan karena apa, tapi ini saatnya kami perkenalkan destinasi lain. Tapi Bali tetap bisa komunikasi langsung," katanya.

Menurut Rizki, Indonesia juga akan mendorong promosi destinasi lain, termasuk destinasi super prioritas seperti Danau Toba dan Labuan Bajo.

"Tapi Danau Toba atau Labuan Bajo kan siapnya baru live aboard (di kapal), tapi destinasi di daratannya belum ada. Mumpung masih persiapan infrastruktur di sana, kita tetap bawa Yogyakarta, Kepulauan Riau, Jawa Tengah dan lainnya," ujarnya.

Di arena Travex 2020, Indonesia menghadirkan Paviliun Indonesia yang pada hari pertama dibuka dikunjungi langsung Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo bersama Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Sujatmiko.

Baca Juga: Ditetapkan Jadi Kawasan Geopark Nasional, Ini Kekayaan yang Dimiliki Natuna

Travex 2020 yang digelar bersamaan dengan ATF 2020 merupakan ajang pameran pariwisata negara-negara Asia Tenggara yang mempertemukan pelaku bisnis di sektor tersebut.

Dari ajang tersebut diharapkan adanya kesepakatan bisnis antara pelaku bisnis pariwisata sekaligus jadi ajang promosi pariwisata negara-negara ASEAN.

Paviliun Indonesia di Travex 2020 tampak mencolok dengan hiasan berbentuk rumah joglo dan ornamen Cabdi Borobudur.

Meski menempati posisi dekat area kantin, Paviliun Indonesia terlihat cukup ramai karena menyediakan jamuan kopi hingga minuman tradisional gratis.

Pengunjung yang menikmati minuman dan penganan pasar gratis dapat duduk di area duduk yang dilengkapi layar besar.

Area duduk tersebut bertuliskan "Misbar" atau yang dikenal di Indonesia sebagai singkatan dari "Gerimis Bubar" yang jadi tempat hiburan rakyat menonton tayangan layar tancap.(*)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait