beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

JE Dituntut 15 Tahun Penjara, Komnas PA: Hadiah Hari Anak Nasional

Shelly Lisdya,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
JE Dituntut 15 Tahun Penjara, Komnas PA: Hadiah Hari Anak Nasional
Image: Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait usai mengawal sidang tuntutan JE di PN Malang, Rabu (27/7/2022). (Lisdya/Urbanasia)

Malang - Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait mengapresiasi kinerja Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batu yang menangani sidang tuntutan kasus kekerasan seksual dengan terdakwa Julianto Eka Putra.

"Saya ucapkan terima kasih kepada JPU, yang telah memberikan yang terbaik bagi korban, karena ini sesuai dengan dakwaan yang sejak awal sampai sidang ke-21 ini terpenuhi," ujarnya usai mengawal sidang tuntutan JE di PN Malang, Rabu (27/7/2022).

Dalam sidang tuntutan itu, JPU menuntut JE yang merupakan pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) agar dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan. Selain itu, JE juga diminta membayar biaya restitusi kepada salah satu korban sebesar Rp 44,7 juta. 

Terkait tuntutan tersebut, Arist enggan menyampaikan pendapatnya terkait puas atau tidak puas. Ia hanya menyampaikan terima kasih pada JPU dan menganggap tuntutan itu merupakan hadiah bagi anak-anak Indonesia.

"Ini bukan masalah puas atau tidak puas, tetapi saya berterima kasih kepada JPU karena ini adalah hadiah untuk anak-anak nasional pada Peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2022 lalu," katanya.

Lebih jauh, Arist juga bersyukur dengan adanya tuntutan 15 tahun penjara ini. Menurutnya, tuntutan itu akan menegaskan pada publik bahwa kasus ini benar adanya dan bukan rekayasa untuk menjatuhkan pihak-pihak tertentu. 

Dalam kesempatan tersebut, Arist juga menyampaikan apresiasi kepada Kajati Jawa Timur yang memberikan atensi terhadap anak-anak yang menjadi korban JE.

"Langkah berikutnya, kami terus mengawal agar majelis hakim bisa memutus perkara itu seadil-adilnya. Saksi korban akan terus kami dampingi hingga beban psikologisnya pulih. Karena sampai hari ini, masih membutuhkan pendampingan psikososial," tandasnya.

Diketahui, sidang tuntutan ini bukan akhir. Pasalnya, setelah ini pihak JE akan menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi yang dijadwalkan pada pekan depan. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait