beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Kak Seto: Guru Potong Rambut Siswa SD Asal-asalan Tidak Bisa Dibenarkan

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kak Seto: Guru Potong Rambut Siswa SD Asal-asalan Tidak Bisa Dibenarkan
Image: Seto Mulyadi alias Kak Seto. (Instagram @kaksetosahabatanak)

Jakarta - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto menilai sikap guru di Kabupaten Bandung yang memotong rambut siswa tanpa izin orang tua tak bisa dibenarkan. Menurutnya kegiatan pendidikan, baik formal maupun non formal, harusnya berjalan efektif dan berkualitas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Saya melihat mungkin itu tadi, katanya sudah merasa diperingatkan tapi gak tahu bagaimana memperingatkannya dan sebagainya sehingga mungkin komunikasinya kurang bagus. Lalu mungkin gurunya merasa tersinggung 'kok peraturan sekolah gak dipenuhi' dan akhirnya cenderung melakukan itu secara emosi walaupun itu tetap tidak bisa dibenarkan. Kalau mengguntingnya asal-asalan sebagai pelampiasan emosi, tersinggung dan sebagainya, kenapa kok anak yang jadi korban?" ujar Kak Seto saat dihubungi Urbanasia, Selasa (9/8/2022).

"Itu sama sekali tidak dibenarkan tindakan itu, lebih baik mungkin ya para guru dianjurkan juga untuk memberikan informasi yang jelas. Misalnya,'Bagaimana ibu apa perlu kami bantu?'. Jadi ini kan isunya pendidikan, jadi mohon edukatif," sambungnya.

Kak Seto menilai tindakan semacam itu malah cenderung menjadi suatu bentuk kekerasan terhadap anak. Apalagi pemerintah, imbuh Kak Seto, khususnya Kementerian PPPA selalu melakukan kampanye sekolah yang ramah anak.

"Itu bisa jadi semacam kekerasan terhadap anak, menggunting kurang bagus. Tentu anak juga malu datang ke sekolah, jadi bullying dan sebagainya. Jadi kalau toh sampai dia (guru) tersinggung dengan orang tua, gimana komunikasinya itu lalu kemudian anak jadi sasaran dan rambutnya digunting asal-asalan? Tetap itu kekerasan terhadap anak, mempermalukan anak juga. Jadi di satu sisi bisa disadari kemarahan dari sang ibu yang mencintai anaknya," terangnya.

Meski sebenarnya masalah ini bisa saja dibawa orang tua dan siswa ke ranah hukum. Menurut Kak Seto ada baiknya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait