Hot News

Jakarta - Kabar soal Basuki Tjahaja Purnama bakal masuk PT Pertamina sepertinya bukan isapan jempol. Menteri BUMN Erick Thohir telah menegaskan, keputusan soal Ahok ini segera diputuskan.

“Segera (ditetapkan). Mungkin di awal Desember,” ujar Erick di Istana, Kamis, 14 November kemarin.

Jika benar Ahok bakal masuk BUMN besar itu, berapa gaji dan tunjangan yang akang didapatkannya?

Mengutip laporan keuangan Pertamina tahun 2018, kompensasi untuk jajaran direksi dan komisaris mencapai US$ 47,23 juta atau setara dengan Rp 661 miliar.

Tentu jumlah sebesar itu tidak untuk satu orang saja ya guys. Jumlah itu dibagi untuk seluruh jajaran direksi dan komisaris.

Saat ini, direksi Pertamina adalah 11 orang dan komisaris di 2018 mencapai 6 orang. Artinya jika dibagi rata, masing-masing bisa mengantongi hingga Rp 38 miliar setahun atau Rp 3,2 miliar per bulan.

Baca Juga: Ahok Bakal Jadi Komisaris Utama Pertamina, Netizen: Welcome Back!

Namun besaran gaji dan komisaris tentu saja berbeda-beda. Besar gaji Direktur Utama ditetapkan dengan pedoman internal yang ditetapkan oleh Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero).

Sementara, gaji anggota direksi lainnya ditetapkan dengan komposisi Faktor Jabatan.

Direksi dan komisaris Pertamina juga menerima tunjangan. Untuk direksi, tunjangan yang diterima meliputi tunjangan hari raya, tunjangan perumahan, dan asuransi purna jabatan.

Sedangkan untuk Dewan Komisaris, tunjangan yang diterima meliputi tunjangan hari raya, tunjangan transportasi, dan asuransi purna jabatan.

Baca Juga: Ahok Diminta Erick Thohir Jadi Bos BUMN, Pertamina?

Terdapat juga fasilitas seperti fasilitas kendaraan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas bantuan hukum untuk direksi. Sedangkan untuk dewan komisaris adalah fasilitas kesehatan dan bantuan hukum.

Saat ini, direksi Pertamina adalah 11 orang dan komisaris di 2018 mencapai 6 orang. Artinya jika dibagi rata, masing-masing bisa mengantongi hingga Rp 38 miliar setahun atau Rp 3,2 miliar per bulan.

Komentar

Loading ..