menu
user
URnews

Kapolri Beri Izin Event Digelar, Apa Syaratnya?

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kapolri Beri Izin Event Digelar, Apa Syaratnya?
Image: Menparekraf Sandiaga Uno bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri pada 23 Februari 2021. Sumber: Tribratanews Polri

Jakarta - Kabar bahagia untuk kita semua. Pasalnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno belum lama ini menyatakan pihaknya mendapat restu dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait izin gelaran acara yang mengumpulkan banyak orang.

Hal ini diakui Sandi usai melakukan rapat secara virtual bersama Kapolri Listyo Sigit, Selasa (9/3/2021) lalu. Adapun sejumlah kegiatan yang mendapatkan izin untuk digelar kembali dengan protokol kesehatan yang ketat itu di antaranya olahraga, musik, MICE (Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions), dan acara budaya. 

"Pak Menteri dan seluruh rekan-rekan, kami juga paham bahwa situasi pandemi ini memang sangat luar biasa dan berdampak terhadap situasi perekonomian. Yang terdampak cukup luar biasa salah satunya adalah sektor pariwisata," kata Listyo dalam rapat virtual tersebut.

Ia pun mengatakan telah melihat langsung ke lapangan bagaimana dampak yang diakibatkan pandemi terhadap sektor pariwisata. Termasuk destinasi utama di wilayah Bali yang diakui Listyo, situasinya sangat jauh menurun.

"Oleh karena itu tentunya kami sangat mendukung langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Kementerian Pariwisata untuk bagaimana kemudian membangkitkan kembali iklim pariwisata dan iklim ekonomi kreatif sehingga bisa kembali tumbuh dalam situasi pandemi COVID-19 yang ada," pungkasnya.

Dukungan ini pun disambut baik oleh Sandi. Menurutnya, pernyataan Listyo menjadi harapan bagi masyarakat Indonesia. 

“Pernyataan Bapak Kapolri membangkitkan harapan, ini tugas kami untuk terus menebar optimisme bahwa kita harus segera bangkit,” kata Sandi dikutip dari keterangan resminya, Kamis (11/3/2021).

Dalam penyelenggaraannya, Sandi memastikan seluruh kegiatan itu bakal dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, unsur CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) juga diterapkan. Tak lupa, penyelenggaraan acara yang sudah diizinkan  ini juga harus mengedepankan pemanfaatan teknologi.

Sandi pun membeberkan ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk memggelar acara-acara yang diizinkan tersebut. Salah satunya yaitu terkait status lokasi kegiatan.

Penyelenggaraan acara yang diizinkan ini akan diklasifikasikan dalam tiga zona, yaitu zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Apabila lokasi acara berstatus zona hijau, kata Sandi, maka kegiatan dapat dilaksanakan terbuka dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Sementara jika dilaksanakan di zona kuning, acara digelar dengan mengadopsi konsep hybrid atau dibuka terbatas dan secara virtual.

“Dan seandainya tidak dalam posisi untuk dilakukannya kegiatan (zona merah), maka akan ada opsi untuk menjalankan kegiatan tersebut melalui virtual,” pungkasnya.

“Fleksibilitas inilah yang mudah-mudahan teman-teman event bisa membangun,” imbuh Sandi.

Ia pun memastikan dalam penyelenggaraan acara di tengah pandemi, pihaknya bakal bersinergi dengan Polri, Satgas COVID-19, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk memastikan kegiatan digelar dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Apalagi, seluruh kegiatan tersebut berbasis risiko.

“Pada intinya kami menyambut ini sebagai satu titik terang, secercah harapan agar kegiatan di sektor ekonomi kreatif, terutama berkaitan dengan penyelenggaraan event bisa berlangsung kembali,” tutupnya.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait