menu
user
URnews

Kapolri Rilis SE Penanganan Kasus ITE, Ini Tanggapan Pakar Pidana

Griska Laras,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kapolri Rilis SE Penanganan Kasus ITE, Ini Tanggapan Pakar Pidana
Image: USA Today

Jakarta - Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad, mengapresiasi Surat Edaran Kapolri nomor SE / 2 / II / 2021 tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat dan Produktif.

Dalam SE tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya untuk tidak langsung menahan pelanggar UU ITE, jika kasusnya tidak mengandung SARA, radikalisme, separatisme dan memecah belah bangsa.  

"Saya pribadi mengapresiasi Kapolri yang mengeluarkan SE tersebut. Ini menunjukkan Jenderal Listyo merespon pernyataan presiden terkait UU ITE," kata Suparji dalam keterangan persnya, Selasa (23/02/2021).

Secara umum, kata Suparji, isi surat edaran tersebut bagus. Misalnya soal imbauan bahwa penyidik ​​harus membedakan antara kritik, masukan, hoaks dan pencemaran nama baik.

Suparji berharap SE tersebut dapat menjadi pemicu pelaksanaan UU ITE memenuhi rasa berkeadilan.

Sebab menurutnya, yang terpenting dalam pelaksanaan aturan adalah tidak ada kewarganegaraan dan perlakuan yang setara.

"Maka, karena masih ada beberapa laporan terkait UU ITE, misalnya terkait ujaran kebencian dan pencemaran nama baik, agar tidak muncul spekulasi informasi, laporan tersebut ditindaklanjuti sesuai UU dan konsep presisi," ucapnya.

Dia instruksi agar formulasi penyelesaian kerugian yang diderita pelapor diarahkan pada pemulihan dan martabat secara baik dan benar.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait