beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Kejari Tangsel Ajukan Banding Atas Vonis Indra Kenz

Nivita Saldyni,
17 November 2022 19.15.08 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kejari Tangsel Ajukan Banding Atas Vonis Indra Kenz
Image: Sidang putusan Indra Kenz di PN Tangerang, Senin (14/11/2022 - (Foto: PMJ)

Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan (Kejari Tangsel) akhirnya mengajukan banding atas vonis 10 tahun yang dijatuhkan kepada Indra Kenz, terdakwa kasus investasi bodong aplikasi Binomo. Permohonan tersebut telah secara resmi diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (16/11/2022). 

"Hari ini bertempat di Pengadilan Negeri Tangerang, Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan telah menyatakan banding atas perkara Indra Kesuma alias Indra Kenz," ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana dikutip dari keterangannya, Rabu. 

Pengajuan itu tercatat pada Akta Permintaan Banding Nomor: 70/Akta.Pid/2022/PN Tng Jo 1240/Pid.Sus/2022/PN Tng. Adapun yang menandatangani adalah Primayuda Yutama, S.H. selaku Jaksa Penuntut Umum dan Martin Turup, S.H., M.H. selaku Plh. Panitera Pengadilan Negeri Tangerang Kelas IA Khusus. 

"Hal yang menjadi pertimbangan Jaksa Penuntut Umum menyatakan banding karena putusan Majelis Hakim tidak sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum dan tidak mencerminkan rasa keadilan yang timbul di masyarakat," jelas Sumedana. 

Sumedana menegaskan keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan. JPU mengambil upaya hukum ini demi kepentingan pemulihan kerugian korban dan rasa keadilan di masyarakat.

Sebelumnya, majelis hakim PN Tangerang memvonis Indra Kenz 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 10 bulan kurungan karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) sekaligus menyebarkan berita bohong dan penyesatan dalam sidang yang digelar Senin (14/11/2022). 

Putusan hakim terhadap terdakwa kasus investasi bodong aplikasi Binomo itu lebih ringan dibanding tuntutan JPU. Dalam sidang sebelumnya, JPU menuntut afiliator Binomo itu hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait