Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Kementerian ESDM  Tambah 41 Giga Watt Pembangkit Listrik untuk Sumber Energi Terbarukan

Griska Laras,
12 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kementerian ESDM  Tambah 41 Giga Watt Pembangkit Listrik untuk Sumber Energi Terbarukan
Image: ilustrasi gardu induk listrik. (Pinterest/Industry)

Jakarta - Kementerian ESDM menargetkan penambahan pembangkit listrik mencapai 40.967 Mega Watt (MW) atau 41 Giga Watt (GW) dalam sepuluh tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang ramah lingkungan dengan basis energi baru terbarukan.  

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menjelaskan, dari 40,967 Giga Watt kapasitas listrik yang disediakan, 51.6 persennya dialokasikan ke sumber energi terbarukan.

Target tersebut tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)  PT PLN Tahun 2021-2030, yang kerap disebut Green RUPTL.

"Kami menyebut rencana ini sebagai Green RUPTL," kata Dadan dalam konferensi Sweden - Indonesia Sustainability Partnership Week.

Menurut Dadan, potensi energi terbarukan di Indonesia sangat besar dan masing-masing wilayah memiliki sumber daya yang unik.

"Kita hampir punya seluruh alternatif energi (terbarukan), mulai dari solar, hydro, bio energi, geotermal, angin dan juga laut. Indonesia bahkan menjadi peringkat kedua yang mempunyai potensi geotermal terbesar di dunia," kata Dadan.

Dadan menjelaskan saat ini energi terbarukan baru berkontribusi sebanyak 11,2 persen terhadap kebutuhan energi nasional dan 10.9 Giga Watt  dari total produksi dari 3900 Giga Watt  yang sudah digunakan.

Tapi dia meyakini seluruh listrik yang digunakan di Indonesia berasal dari energi terbarukan pada 2060. Untuk mencapai hal itu, pemerintah akan menambah hampir 600 GW yang sebagian besar akan berasal dari tenaga surya.

"Tidak akan ada lagi pembangkit listrik tenaga batu bara yang baru di tingkat nasional. Karena yang ada sekarang pun kapasitasnya akan diganti dengan energi terbarukan," ujarnya.

Dadan juga mengklaim bahwa Kementerian ESDM telah berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target 2030. Pihaknya kini tengah mengembangkan roadmap untuk zero-net emission.

"Roadmap ini mencakup beberapa aktivitas strategis yang juga mengembangkan energi baru terbarukan dan aplikasi teknologi untuk mencapai netralitas karbon pada 2060."

Beberapa penerapan renewable energy dari roadmap tersebut misalnya, memperkenalkan penyimpanan daya baterai untuk kendaraan listrik hingga jaringan gas kota untuk kebutuhan rumah tangga. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait