beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Korban Pelecehan Karyawan PT Kawan Lama Laporkan Pelaku ke Polda Metro

Alfian Muntahanatul Ulya,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Korban Pelecehan Karyawan PT Kawan Lama Laporkan Pelaku ke Polda Metro
Image: Direktur LBH Mawar Saron, Dito Sitompul saat mendampingi RF di Polda Metro Jaya (Foto: instagram @lbhmawarsaronjakarta)

Jakarta - Korban pelecehan seksual berinisial RF membuat laporan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dua oknum karyawan PT Kawan Lama berinisial DC dan SB.

Hal ini dibenarkan oleh kuasa hukum RF dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron, Dito Sitompul saat ditemui awak media di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 20 Agustus 2022.

"Kami mengawal perkara ini terkait tentang tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum suatu perusahaan dan kami telah melaporkan ke Polda Metro Jaya," kata Dito, dikutip Urbanasia, Sabtu  (20/8/2022).

Dito menyebut laporan yang dibuat oleh kliennya telah tercatat dengan nomor LP/B/4270/VIII/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA. Ia juga menentang keras tindak pelecehan seksual yang dialami kliennya, RF.

Sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya mendesak agar pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12/2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual khususnya pasal 14, 5, dan 5.

Dito menjelaskan satu pasal yang ia pakai untuk menjerat kedua pelaku itu, yakni pasal 14. Dalam pasal tersebut ayat 1 menyebutkan setiap orang yang tanpa hak melakukan perekaman dan atau mengambil gambar atau tangkapan layar yang bermuatan seksual di luar kehendak dan atau persetujuan orang yang menjadi objek perekaman, atau gambar atau tangkapan layar, dipidanakan dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan atau denda paling banyak Rp 200 juta.

Dito mengatakan ia akan selalu memantau proses hukum yang berjalan di Polda Metro Jaya agar proses penyidikan berjalan maksimal hingga kasus siap disidangkan. Dia juga mengaku sudah memegang alat bukti yang cukup berupa foto dan tangkapan layar di grup terkait tindak pelecehan terhadap kliennya.

Di saat yang sama, kuasa hukum juga merespon perusahaan yang tidak menindak tegas kedua pelaku dengan memecat mereka. Padahal, RF dan suami meminta agar kedua pelaku dikeluarkan dari perusahaan.

Namun Kepala Divisi Pidana LBH Mawar Saron, Yoshua Napitupulu menegaskan pihaknya tidak akan mencampurkan proses pidana dengan keputusan perusahaan terhadap karyawannya.

"Kalau soal masalah itu, jangan campur aduk dengan persoalan perusahaan itu," tegas Yoshua.

Sang korban, RF merupakan karyawati PT Kawan Lama yang mengaku mendapatkan tindak pelecehan seksual di WhatsApp group oleh dua rekannya, DC dan SB. Dugaan pelecehan seksual itu terjadi pada Juli 2022 ketika RF selaku pegawai diminta menjadi model untuk foto produk perusahaan. 

Lantaran tidak terima, suami korban, yakni RP mengungkap kejadian yang dialami oleh istrinya itu melalui cuitan di Twitter. RP juga mengunggah sejumlah foto RF saat diminta menjadi model, yang kala itu menjadi bahan pelecehan oleh pelaku di grup WhatsApp kantor. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait