Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Larang Petugas Lapangan Tutup Lapak Pedagang, Eri Cahyadi: Awasi dan Ingat Prokes

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Larang Petugas Lapangan Tutup Lapak Pedagang, Eri Cahyadi: Awasi dan Ingat Prokes
Image: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam acara KaTa Kreatif di Hotel Bumi Surabaya City Resort, Kamis (16/9/2021). (Dok. Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mulai berupaya meningkatkan geliat roda perekonomian di tengah pandemi COVID-19, salah satunya dengan memberikan kelonggaran kepada para pedagang yang berjualan mulai pukul 18.00 WIB untuk bisa berjualan hingga pukul 24.00 WIB. Seiring dengan hal tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berpesan agar para petugas di lapangan bekerja secara profesional dan humanis.

"Saya sampaikan ke teman-teman Satpol dan Kecamatan, waktunya kita kuatkan lagi (perekonomian). Teman-teman Satpol, Linmas dan Kecamatan jaga (mengawasi) di sana. Bukan menutup (pedagang), tapi jaga protokol kesehatan," kata Eri seperti dikutip dari keterangannya, Kamis (23/9/2021).

Menurut Eri, saat ini sudah waktunya roda perekonomian di Surabaya bergerak. Namun ia pun berpesan kepada masyarakat agar pelonggaran ini tak menjadikan kita abai dan mengakibatkan kasus COVID-19 kembali meningkat, termasuk para pedagang agar tak lupa menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Sebetulnya kalaupun ekonomi jalan, mau yang makan itu banyak, senang. Soalnya ekonomi bergerak. Tapi jogoen (jaga) prokes. Jogoen (jaga) jaraknya, ini yang akan kita tekankan,” ungkapnya.

Sementara petugas di lapangan, kata Eri, itu tugasnya mengawasi dan mengingatkan prokes. Keberadaan mereka, bukan bertujuan untuk mengobrak atau menutup usaha para pedagang. Untuk itu ia berpesan agar dapat mengedepankan sikap persuasif ketika menemui pelanggaran prokes.

"Maka saya sampaikan, jangan pernah (mengingatkan) pakai marah dan emosi karena bagaimana pun itu wargaku, warga Kota Surabaya yang butuh makan dan ekonominya gerak. Saya kembalikan ke warga. Tolong dijaga dengan pakai masker," pesannya.

Menurut Eri, jika memang petugas di lapangan menemukan ada warung yang kondisinya ramai pembeli maka tak perlu diobrak namun awasi dan ingatkan untuk tetap menjaga prokes.

"Saya bilang ke teman-teman biarkan, ekonominya gerak, biar jalan. Tapi dijaga (prokes). Misal jualan di sini, itu yang dijaga. Bukan berarti ditutup, tidak," pungkasnya.

Untuk itu ia menyatakan bahwa pemerintah harus menggunakan pendekatan persuasif ketika menjumpai pelanggaran prokes. Jangan sampai, kata Eri, ketika petugas menemui keramaian pedagang, kemudian langsung diobrak dan dilarang berjualan.

"Sudah waktunya ekonomi bangkit. Jangan sampai tiba-tiba tidak boleh jualan, ditutup semuanya," tutupnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait