menu
user
URtech

Link Net Pakai Bandwidth Darurat Atasi Gangguan Internet Lemot

Afid Ahman,
5 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Link Net Pakai Bandwidth Darurat Atasi Gangguan Internet Lemot
Image: Ilustrasi. (Pixabay)

Jakarta - Setelah terjadi gangguan Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta-Bangka-Batam-Singapura (SKKL B2JS) dan Jakarta-Kalimantan-Batam-Singapura (SKKL Jakabare) yang mengakibatkan lemotnya akses internasional pada layanan First Media, Link Net melakukan upaya pemulihan cepat dengan melakukan penambahan kapasitas bandwidth darurat.

Tak tanggung-tanggung, bandwidth yang dikerahkan sebesar 200 Gbps. Cara tersebut rupanya membuahkan hasil. Hanya dalam waktu kurang dari 1x24 jam, First Media mampu memulihkan layanannya.

Gangguan yang terjadi pada SKKL B2JS dan Jakabare memberikan dampak terhadap layanan seluruh ISP (Internet Service Provider) di Indonesia, termasuk salah satunya Link Net. Gangguan yang terjadi berupa penurunan kecepatan internet yang dirasakan oleh pelanggan.

Link Net sendiri menggunakan tiga sistem kabel bawah laut ke Singapura yaitu: SKKL Jakabare milik PT Indosat Tbk, SKKL B2JS yang dioperasikan oleh PT Ketrosden Triasmitra, dan satu backup dari SKKL lain. Penggunaan tiga SKKL ini adalah bagian dari Business Contingency Plan Link Net yang selalu disiapkan setiap tahunnya dengan tujuan agar dapat terus memberikan layanan internet yang optimal dan berkualitas bagi pelanggan, baik pelanggan residensial maupun enterprise.  

"Gangguan yang dialami oleh pelanggan kami disebabkan oleh gangguan dari faktor eksternal. Dampak tersebut juga dialami seluruh provider pengguna SKKL tersebut. Kami sangat menyayangkan hal ini, namun kami juga bersyukur upaya cepat yang kami lakukan untuk mengatasi dampak gangguan berhasil, sehingga layanan sudah berangsur pulih sejak dari pukul 3 sore kemarin dan seratus persen pulih pada pukul 3 dini hari ini,” terang Edward Sanusi, Chief of Technology & Product Officer Link Net.

Edward juga menambahkan bahwa pada saat Link Net menerima informasi mengenai gangguan yang dialami SKKL B2JS pada 1 April lalu dan akan mulai tersambung pada 15 April 2021, saat itu mereka masih sanggup untuk memenuhi kapasitas yang dibutuhkan karena masih ada dua SKKL yang stand by dengan kapasitas penuh.

Namun disayangkan, gangguan terjadi di SKKL Jakabare yang mengalami down akibat amblasnya tanah di daerah Changi. Alhasil Link Net langsung menambahkan kapasitas (emergency bandwidth) sebesar 200 Gbps dari satu SKKL lain yang koneksinya masih aktif, tanpa menunggu pemulihan dari 2 SKKL yang sedang terganggu.

"Kini seluruh pelanggan kami, baik segmen Residential dan Enterprise sudah dapat menikmati layanan internet kami dengan normal kembali," pungkas Edward.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait