beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtainment

'Malang 108 Rise and Shine Kayutangan Heritage' Momen Bangkitnya Ekonomi dan Pariwisata

Shelly Lisdya,
4 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
'Malang 108 Rise and Shine Kayutangan Heritage' Momen Bangkitnya Ekonomi dan Pariwisata
Image: Malang 108 Rise and Shine Kayutangan Heritage. (Humas Pemkot Malang)

Malang – Ribuan masyarakat antusias mengikuti beragam acara, karya, dan kreasi arek-arek Malang, yang ditampilkan dalam pagelaran Malang 108 ‘Rise and Shine Kayutangan Heritage’.

FYI nih guys, Malang 108 Rise and Shine Kayutangan Heritage adalah inisiatif insan musik dan pekerja seni yang tergabung Komunitas Musik Malang Bersatu Indonesia (MMBI) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), pelaku ekonomi kreatif, dunia usaha dan masyarakat sebagai bentuk perayaaan Hari Ulang Tahun ke-108 Kota Malang dan telah digelar sejak 2015.

Gelaran ini dihelat di koridor Jalan Basuki Rahmat mulai dari Perempatan Rajabali sampai dengan Gereja Kayutangan, Minggu, (5/6/2022).

“Kita mengambil bangkit dan bersinar, artinya kita sudah dua tahun tidak ada kegiatan. Harapan kami, ketika bersama-sama kolaborasi dan akselerasi maka kita akan bisa menggapai mimpi kita. Bahwa kita harus bangkit, ekonomi kita harus bergerak, dan kembalinya juga kepada pemberdayaan masyarakat. Ternyata luar biasa pengunjungnya mulai pagi tadi sampai malam ini,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sutiaji menambahkan, kegiatan ini adalah kolaborasi dan inisiasi sepenuhnya dari komunitas. Pihaknya sangat mengapresiasi atas kegiatan yang sekaligus dapat menjadi ajang untuk mempersatukan keberagaman yang ada di Kota Malang. Melalui gelaran yang melibatkan semua komunitas ini, akan menjadi agenda rutin yang dapat dikunjungi oleh wisatawan lokal dan luar negeri.

“Jadi parade mulai sana (koridor Jalan Basuki Rahmat mulai dari Perempatan Rajabali sampai dengan Gereja Kayutangan) ada pemusik berjalan sekitar seribu orang lebih, ada kibordis, drummer, gitaris, berkumpul semua, vokalis hadir semua. Nanti juga ada teman-teman di video mapping nanti 20 menit akan memperagakan apa yang saat ini sudah dilakukan teman-teman ini kolaborasi semua. Dasarnya adalah ekonomi kreatif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, selain keterlibatan beberapa subsektor ekraf yang ditampilkan seperti seni pertunjukan, seni musik, kuliner, seni rupa, audio visual ada video film, UMKM lokal juga dilibatkan sebagai wujud pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Sesuai dengan temanya Rise and Shine Kayutangan Heritage artinya bahwa subsektor ekonomi kreatif harus bangkit dan bersinar karena sudah dua tahun kita mengalami masa pandemi. Tentunya ini merupakan satu tonggak untuk bergeraknya kembali ekonomi kreatif kita,” pungkas Ida.

Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dimeriahkan oleh penampilan music community show seperti Malang Drummer Community (MDC), Guitarisick, Kumpulan Bassist Malang (Kubam), Kibordis Malang, Orchestra performance dari Malang Youth Orchestra (MYO), pameran 108 lukisan, parade flash mop, fire dan modern dance, fashion on the street, lighting show, video mapping serta beragam UMKM.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait