beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Mantan Presiden ACT Jalani Sidang Perdana Atas Kasus Penggelapan Dana

Putri Rahma,
15 November 2022 14.07.54 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mantan Presiden ACT Jalani Sidang Perdana Atas Kasus Penggelapan Dana
Image: Mantan Presiden yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin usai diperiksa. (PMJ News)

Jakarta - Mantan Presiden sekaligus petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin, Ibnu Hajar dan Hariyana menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus dugaan penggelapan uang.

Menurut jadwal yang ada pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel, persidangan seharusnya berlangsung pukul 10.00 WIB namun ditunda hingga pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data SIPP PN Jaksel ketiganya dituntut dalam perkara terpisah. Ahyudin sendiri dituntut dengan Pasal 374 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP subsider Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Ibnu Khajar dan Hariyana didakwa atas Pasal 374 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-KUHP.

SIPP PN Jaksel menyebutkan bahwa ketiga terdakwa telah menyuruh dan melakukan perbuatan dengan sengaja atau melawan hukum memiliki suatu barang yang seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain.

Ketiga terdakwa tersebut menjalani persidangan secara virtual, dan Ahyudin mengikuti persidangan tersebut langsung dari Bareskrim Polri. Sidang kasus dugaan penggelapan dana ACT ini dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Hariyadi, Mardison dan Hendra Yuristiawan yang ketiganya bertindak sebagai hakim anggota.

Merujuk pada SIPP PN Jaksel bahwa terdakwa Ahyudin merupakan seorang pendiri, pembina, pengurus serta pengawas ACT sejak tahun 2005. Pada tahun 2021, terdakwa Ahyudin membentuk Global Islamic Philanthropy berdasarkan SK Kemenkumham Nomor AHU-0001374.AH.01.08 Tahun 2021 sebagai badan hukum 'perkumpulan' yang menaungi sejumlah yayasan sosial.

Dalam Global Islamic Philanthropy, Ahyudin diketahui menjabat sebagai seorang presiden, Ibnu Khajar sebagai Senior Vice President Partnership Network Department, Noviriyandi Imam Akbari sebagai Senior Vice President Humanity Network Department dan Hariyana sebagai Senior Vice President Operational.

Ketiga terdakwa tersebut dikabarkan memiliki rincian gaji dimana Ahyudin menerima gaji sebesar Rp 100 juta, Ibnu Khajar Rp 70 juta, Novariyandi Imam Akbari Rp 70 juta, dan Hariyana Rp 70 juta.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait