Hot News

Tavullia - Valentino Rossi mengejutkan publik ketika dia terpapar COVID-19. Padahal Rossi pada awal pekan hingga sehari sebelumnya masih baik-baik saja. Bagaimana bisa?

Rossi mengumumkan dirinya terpapar COVID-19 menyusul hasil tes usap yang dilakukan, Kamis (15/10/2020) kemarin. Rossi saat itu merasa tidak enak badan saat bangun tidur pagi harinya.

Alhasil, Rossi harus menjalani karantina selama 14 minggu sesuai aturan di Italia. Lalu, bagaimana Rossi bisa terpapar virus tersebut? Usai mengikuti MotoGP Prancis Minggu 11 Oktober lalu, Rossi langsung terbang ke italia untuk menuju kediamannya di Tavullia, Italia.

Dua hari setelahnya, Rossi mengadakan tes usap rutin sebagai protokol kesehatan di kediaman pribadinya. Itu juga berlaku bagi seluruh pebalap yang ingin kembali ke rumahnya di tengah musim balapan.

Sehari setelahnya, Rabu 14 Oktober, Rossi masih sehat-sehat saja karena masih mengikuti latihan fisik di kediamannya. Nah, ketika Rossi tidur malam harinya dan bangun keesokan paginya, Rossi mulai merasa tidak enak badan.

Dia kemudian memanggil dokter pribadinya untuk mengadakan test PCR cepat yang berujung hasil negatif. Namun, dari hasil PCR test standar yang keluar Kamis sorenya, Rossi langsung dinyatakan positif.

Beruntung sedari dia tiba di rumahnya Minggu (11/10) hingga Kamis (15/10), tak ada kontak dengan seorang pun yang terlibat di MotoGP Aragon akhir pekan ini, termasuk rider VR46 Academy, anggota tim Monster Yamaha, dan lain-lainnya.

Kondisi Rossi akan terus dimonitor oleh staf medis secara intensif di di Tavullia. Selanjutnya Rossi akan terus diupayakan kondisinya agar fit dan bisa segera membalap lagi. Kemungkinan Rossi akan absen di dua seri, yakni Aragon dan Teruel, pekan depan, Demikian dikutip dari GPOne.com.

Komentar

Loading ..