Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URedu

Mendikbudristek Terbitkan Surat Persetujuan UT Jadi PTNBH

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mendikbudristek Terbitkan Surat Persetujuan UT Jadi PTNBH
Image: Universitas Terbuka. Sumber: Istimewa

Jakarta - Perjuangan Universitas Terbuka (UT) untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) tinggal selangkah lagi. Sebab Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim telah menerbitkan surat persetujuan UT menjadi PTNBH.

Hal itu tertuang dalam surat Mendikbudristek Nomor 0835/E.E3/KB.00/2021 tertanggal 7 Desember 2021. Surat itu berisi tentang Persetujuan UT menjadi PTNBH yang saat ini masih berstatus PTN Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).

Kabar baik itu disampaikan oleh Rektor UT Prof Ojat Darojat. Dalam keterangan resminya di Jakarta, Ojat mengatakan pihaknya sudah siap meski masih harus menunggu keluarnya Peraturan Pemerintah (PP).

"Keluarga besar UT mesti sedikit bersabar karena operasionalisasi UT secara penuh sebagai PTNBH,masih harus menunggu keluarnya payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP)," kata Ojat, Minggu (19/12/2021).

Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah memasuki tahapan baru dalam dunia industri pendidikan di Indonesia. Menurut Ojat, sebelumnya UT memiliki peran monopoli dalam pasar pendidikan jarak jauh (PJJ) karena UT menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang mengusung pembelajaran jarak jauh.

Dengan monopoli itu, UT pun menjadi 'bayi bongsor' karena jumlah mahasiswa yang mencapai lebih dari 340 ribu yang kurang kompetitif. Namun kini kondisi tiba-tiba berubah dan terjadi disrupsi.

“Di masa pandemi banyak perguruan tinggi yang mengusung dual mode system, yaitu tatap muka dan pembelajaran jarak jauh. Bermunculan mode kompetensi baru yang membuat UT harus maju bersaing dengan perguruan tinggi konvensional lainnya. Untuk bisa survive maka UT harus meningkatkan kualitas dan kuantitas layanannya,” bebernya.

Hal itu, imbuh Ojat, mendorong pihakmya untuk naik kelas menjadi PTNBH. Peningkatan status ini menjadi satu bagian penting agar UT dapat merangkul semua aspek yang dibutuhkan.

"Dengan menjadi PTNBH, UT mempunyai otonomi sebagai perguruan tinggi yang dapat membuka serta menutup program studi sendiri sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga UT mempunyai otonomi akademik yang lebih luas. Dengan demikian, tantangan dari pemerintah untuk mengelola 1 juta mahasiswa dapat segera diwujudkan," jelasnya panjang lebar.

Ojat juga menambahkn bahwa UT dapat memiliki otonomi dalam pengelolaan dan pengadaan sumber daya manusia (SDM). Tanpa harus menunggu kesempatan mendapat alokasi CPNS dari pemerintah, ia mengatakan bahwa pihaknya dapat merekrut pegawai sesuai dengan kebutuhan UT, baik dari sisi jumlah, kualitas dan kualifikasinya. Terlebih, UT mendapatkan otonomi dari segi anggaran dan otonomi dalam hal pengelolaan BMN (Barang Milik Negara).

“Kondisi saat ini bila UT membutuhkan pengadaan dan penghapusan aset, perlu menunggu izin dari Kementerian yang kadang memakan waktu lama. Jika UT menjadi PTNBH, maka UT dapat memproses segala kebutuhan dan penghapusan aset dengan lebih cepat," pungkas Ojat.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait