menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Mengaku Becanda, Kasus Pemuda Bully Bocah di Bogor Berakhir Damai

Nivita Saldyni,
14 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengaku Becanda, Kasus Pemuda Bully Bocah di Bogor Berakhir Damai
Image: AS saat berada di Mapolres Bogor, Jumat (23/4/2021). Sumber: Instagram @humaspolresbogor

Bogor - Kasus bullying yang dilakukan oleh seorang pemuda terhadap bocah laki-laki berinisial EG (10) di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berujung damai. Pelaku dan keluarga korban pun telah mencapai kesepakatan.

Kabar tersebut diketahui dari Kapolres Bogor AKBP Harun saat menggelar konferensi pers di Mapolres Bogor, Jumat (23/4/2021) lalu. Harun mengatakan pelaku tidak ditahan karena kedua belah pihak sudah berdamai dan keluarga korban tidak mengajukan tuntutan.

Dari keterangan Harun diketahui pelaku merupakan tetangga korban yang berinisial AS (30). Kepada polisi, AS mengaku bahwa telah melakukan aksi yang tak pantas itu sebanyak dua kali. Pertama pada 16 April 2021 dan kedua 20 April 2021.

"Jadi ada dua video. Video pertama terjadi pada 16 April sekitar pukul 14.30 WIB dan empat hari kemudian pada tanggal 20 April sekitar pukul 16.30 WIB," kata Harun kepada wartawan.

Seperti yang tampak dalam video viral yang beredar, video pertama menunjukkan bahwa EG terjatuh dari motor. Dalam video itu AS tampak sengaja membungkukkan badannya hingga EG tak kebagian tempat dan terjatuh dari motor.

1619343363-konpers-bullying-bocah-di-Bogor.jpegSumber: Kapolres Bogor AKBP Harun saat menggelar konferensi pers di Mapolres Bogor, Jumat (23/4/2021). Sumber: Tribratanews Jabar

Sedangkan pada video kedua, AS melemparkan korban ke kubangan di sekitar area persawahan. Mirisnya hal ini tidak dilakukan sekali, bahkan saat korban sudah menolak, pelaku kembali mengangkat korban dan melemparnya lagi.

"Dari kejadian tersebut kemudian kami laksanakan penyidikan terkait perkara ini dan kami amankan pelaku dan sudah klarifikasi dan pelaku mengakui benar. Kemudian setelah dilakukan pertemuan atau mediasi yang dilakukan oleh pihak perangkat desa, pihak korban, dan pelaku, serta tokoh masyarakat di desa tersebut, bertempat di Polsek Klapanunggal kemudian disepakati adanya perkara ini, baik dari pihak korban yaitu keluarganyaa itu tidak menuntut," jelas Harun.

Ironisnya, aksi tersebut diakui AS sebagai candaan semata. Ia mengaku baik korban dan dirinya sudah sering bermain bersama, bahkan hampir setiap hari.

"Sebelumnya saya minta maaf atas kelakuan saya. Bikin video begitu cuma becandaan doang emang tiap hari saya becanda sama dia. Tiap hari dia ke rumah saya, main sama saya. Seneng-seneng bareng sama dia. Saya gak ada niat untuk yang tidak-tidak," kata AS sambil tertunduk lesu.

Ia pun meminta maaf atas kelalian yang telah dilakukannya. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

"Gak akan ngulangin lagi. Saya gak akan bikin bikin kaya gitu. Pokoknya gak akan lagi saya kaya gitu," tutupnya.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait