beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Mengenal Sabar Subadri, Pelukis Difabel yang Dikenal hingga Mancanegara

Shelly Lisdya,
11 November 2022 14.55.18 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengenal Sabar Subadri, Pelukis Difabel yang Dikenal hingga Mancanegara
Image: Pelukis Sabar Subadri. (Instagram/sabarsubadri)

Jakarta - Lahir dengan keterbelakangan fisik rupanya tidak membuat Sabar Subadri putus asa. Ia pun kini dikenal baik di dalam negeri maupun mancanegara berkat karyanya berupa lukisan yang dipamerkan.

Mengutip dari berbagai sumber, Sabar Subadri lahir tanpa kedua tangan, dan kaki kiri lebih pendek dari satunya. Semasa kecil, layaknya anak sebayanya, ia suka menggambar namun dilakukannya dengan menggunkan kaki.

Kemudian orangtua Sabar Subadri menganggap anaknya memiliki bakat. Mereka pun langsung mengikutsertakan Sabar Subadri dalam berbagai lomba gambar anak-anak. 

Suatu ketika, bakat Sabar Subadri dilirik oleh jurnalis dan diterbitkan di salah satu majalah nasional hingga kemudian dibaca oleh perwakilan Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) di Jakarta.

Sabar kemudian dihubungi oleh AMFPA untuk bergabung menjadi anggotanya. Pada tahun 1989, Sabar Subadri diajak dalam pameran bersama angota AMFPA Indonesia di gedung Bentara Budaya, Jakarta. 

Di usia 12 tahun atau tepatnya pada tahun 1991, Sabar menjadi student member AMFPA, dan ia menerima beasiswa untuk mengembangkan keterampilannya di bidang lukis.

Asosiasi tersebut memberikan beasiswa sebesar Rp 100 ribu per bulan kepadanya yang kemudian dibelanjakan untuk membeli peralatan lukis dan membayar guru seni lukis. 

Pada tahun 2011 Sabar diangkat menjadi anggota asosiasi AMFPA. Saat menjadi anggota AMFPA Internasional, Sabar telah beberapa kali mengikuti pameran lukisan di beberapa kota dunia, seperti Taipei pada tahun 1991, Singapura pada 2012, Wina pada 2013, dan Barcelona pada 2017. 

Tak berhenti sampai di situ, pria berusia 43 tahun ini pernah menggelar pameran tunggal pada Februari 2013 di Jogja Gallery, dibuka oleh GKR Hemas dengan kurator Prof. Dr. M. Dwi Marianto Phd. Pameran bertajuk ‘Natura Esoterika’ ini menjadi pameran tunggal pertama pelukis tanpa tangan di Indonesia. 

Kemudian pada Agustus 2015, Sabar membuka galeri pribadinya dengan nama Galeri Sabar Subadri Saung Kelir. Galeri yang memajang puluhan karya ini diresmikan oleh Wali kota Salatiga, Yulianto, dan sempat dikunjungi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Di balik kisah suksesnya sebagai seniman, ternyata Sabar memiliki masa kelam di mana ia pernah ditolak lima SD hingga akhirnya di terima di SD Negeri Kalicacing 2. 

Sedangkan jenjang pendidikan berikutnya ia jalani hingga perguruan tinggi dengan mengambil jurusan sastra Inggris di STiBA Satya Wacana. Proses perkuliahannya ia jalani sampai 12 tahun, dan berakhir dengan drop-out (DO).

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait