beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Menkeu Sri Mulyani: Gaji Ke-13 ASN dan Pensiunan Cair Mulai Awal Juli

Putri Rahma,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Menkeu Sri Mulyani: Gaji Ke-13 ASN dan Pensiunan Cair Mulai Awal Juli
Image: Menkeu Sri Mulyani (Foto: Instagram/Sri Mulyani)

Jakarta - Pemerintah akan mencairkan gaji ke-13 tahun 2022 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan mulai Awal Juli.

“Gaji ke-13 ini sudah dapat dicairkan pada bulan Juli,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Rabu (29/6/2022).

Menkeu menjelaskan bahwa gaji ke-13 ini akan diberikan sebesar gaji pensiun pokok dan tunjangan yang menyangkut pada ada gaji/pensiun pokok berupa tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural, fungsional, umum dan 50 persen tunjangan kinerja.

Hal ini berdasarkan peraturan pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2022 yang mengatakan bahwa gaji ke-13 tahun 2022 diberikan bagi aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan.

Menkeu juga menegaskan, pemberian ini disesuaikan dengan situasi perbaikan pemulihan ekonomi dan kesehatan anggaran pendapat dan belanja negara (APBN).

“Tahun ini, seiring dengan pemulihan ekonomi yang makin menguat, juga adanya penerimaan negara yang cukup baik diakibatkan karena pemulihan ekonomi yang menguat serta adanya kenaikan harga-harga komoditas, maka situasi APBN kita juga mulai berangsur-angsur menjadi lebih baik,” Sri Mulyani.

Adanya gaji ke-13 ini adalah wujud penghargaan pemerintah atas kontribusi dan pengabdian aparatur negara dan para pensiun dalam menangani pandemi dan pemulihan ekonomi melalui berbagai pelayanan masyarakat yang tetap menjalankan tugas dengan segala risiko.

Menkeu menambahkan bahwa pemberian gaji ke-13 ini dimaksudkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan menambah daya beli masyarakat khususnya menjelang tahun ajaran baru saat terdapat kebutuhan untuk anak-anak didik yang biasanya dihadapi oleh para orang tua.

“Kita mengharapkan dengan adanya tunjangan hari raya dan gaji ke-13, percepatan pemulihan ekonomi nasional akan makin didorong dengan menambah daya beli masyarakat, khususnya pada saat menjelang tahun ajaran baru dimana kebutuhan terhadap belanja untuk kebutuhan anak-anak didik, biasanya dihadapi oleh para orang tua,” tuturnya.

Pemerintah telah menyiapkan alokasi untuk gaji ke-13 ini, alokasi anggaran sebesar RP 35,5 triliun. Dengan perincian sebanyak Rp 11,5 triliun untuk ASN pusat dan Rp 9 triliun untuk pensiunan, penerima pensiun dan penerima tunjangan yang anggarannya dibebankan kepada APBN serta Rp 15 triliun untuk ASN daerah yang anggarannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Bagi pemerintah daerah, aturannya adalah paling banyak 50 persen dengan tambahan penghasilan dengan memperhatikan kemampuan dari masing-masing APBD atau fiskal daerah dan diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tutupnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait