Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URstyle

Menyusuri Warna-warni Cikini, Sisi Jakarta yang Penuh Cerita

Ika Virginaputri,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Menyusuri Warna-warni Cikini, Sisi Jakarta yang Penuh Cerita
Image: Jalan Cikini Jakarta (Foto: Urbanasia)

Jakarta - Tempat dengan banyak kenangan selalu menarik untuk didatangi. Selain estetik dan instagramable, banyak cerita seru dari masa lalu yang bikin pengunjungnya betah bernostalgia. Contohnya kayak Jalan Cikini di Jakarta Pusat nih, guys. Ada apa aja sih, di salah satu tujuan wisata urban ini?

Kartu Pos dan Kotak Saran

Urbanasia senang banget saat menerima undangan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta untuk jalan-jalan menyusuri wilayah Cikini. Karena pandemi COVID-19 belum selesai dan PPKM masih diberlakukan, undangan ini jadi kesempatan emas buat wisata dalam kota. Pastinya dengan tetap jaga protokol kesehatan ya, guys.

Baca Juga : Megawati Sebut Jakarta Amburadul, Tokoh JIL: Kawasan Cikini Makin Indah

Kantor Pos di ujung Jalan Cikini jadi tempat pertama yang Urbanasia singgahi. Berdiri sejak tahun 1920, bangunannya masih setia dengan arsitektur kolonial seperti pilar-pilar di dalam ruangan. 

Urbanreaders penggemar sepakbola juga pasti tahu kan, kalau warna oranye merupakan warna seragam timnas Belanda? Nah hal itu juga jadi alasan kenapa Kantor Pos Indonesia punya warna khas oranye sejak pertama kali didirikan tahun 1746. Katanya sih, untuk menghormati kerajaan Belanda. 

1631769200-KP.jpgSumber: Kantor Pos Jalan Cikini (Foto: Urbanasia)

Oh iya, FYI nih, kalau zaman sekarang Milenial dan Gen Z berlomba-lomba pengen kerja di perusahaan start-up, dulu Kantor Pos lah yang jadi idaman para pencari kerja.

Kalau datang ke sini, Urbanreaders bisa kirim kartu pos untuk seru-seruan. Buat teman, pacar atau diri sendiri. Hehehe. Biayanya juga cuma Rp 3 ribu aja, guys! Bisa jadi opsi nih selain kirim meme dan gif.

Satu lagi dari tempat ini yang menarik perhatian adalah kotak sarannya yang diletakkan di ujung loket dekat pintu masuk. Hmmm kalau level 'kriminal' tuh, kira-kira buat jenis pelayanan kayak gimana ya, guys?

1631769259-Kotak-Saran.jpgSumber: Kotak saran di kantor pos Cikini ini lucu banget ya, guys? (Foto: Urbanasia)

Kopi dan Raja Mobil

Sebagai tujuan wisata urban di Jakarta Pusat selain Monas dan Pasar Baru, Cikini juga punya banyak pilihan tempat makan. Mau sambil foto-foto? Urbanreaders bisa datang ke Bakoel Koffie yang cuma beberapa langkah aja dari Kantor Pos. 

Konon tempat ini didirikan di abad 19 oleh Liauw Tek Soen, seorang imigran asal Guangdong, Cina dan istrinya yang orang Indonesia asli. Tek Soen selalu beli biji kopi untuk warungnya dari seorang perempuan yang membawa bakul, yang kemudian diabadikan menjadi logo dan nama dari tempat ngopi legendaris ini.

1631771348-BakoelKoffie.jpgSumber: Bakoel Koffie, tempat ngopi instagramable di Cikini (Foto: Urbanasia)

Menyusuri pedestrian Jalan Cikini, ada satu rumah berpagar putih dengan halaman luas yang teduh. Kalau ada Urbanreaders Jakarta yang sering lewat Cikini dan penasaran rumah siapakah itu, jawabannya adalah milik Masagus Nur Muhammad Hasyim Ning. Pria asal Sumatra Barat itu merupakan pensiunan Letnan Kolonel yang juga dekat dengan Presiden Soekarno.

Tapi yang membuat Hasyim Ning lebih terkenal adalah usaha mobil impornya yang membuat dia dijuluki 'Raja Mobil Indonesia'. Hasyim Ning yang juga pendiri Lippo Goup meninggal dunia pada tahun 1995. Keturunannya lah yang menempati rumah di Cikini tersebut.

1631771468-Rumah.jpgSumber: Tampak depan rumah Hasyim Ning di Jalan Cikini (Foto: Urbanasia)

Taman Ismail Marzuki (TIM)

Siapa warga Jakarta yang nggak tahu TIM? Ini nih yang wajib Urbanreaders sambangi saat lagi di sekitar Cikini. Sekarang pusat seni kebanggaan Jakarta seluas 7 hektar ini lagi direvitalisasi, guys. Proyek peremajaannya sudah memasuki tahap akhir dan ditargetkan bakal selesai di pengujung tahun 2021.

Rencananya akan ada gedung perpustakaan, wisma seni yang jadi tempat menginap seniman yang bikin acara, pusat latihan seni, gedung-gedung pertunjukan seperti Teater Halaman dan Graha Bhakti Budaya, ruang terbuka hijau, serta tentunya planetarium buat Urbanreaders yang mau lihat simulasi langit.

1631772525-TIMdepan.jpgSumber: Bagian depan Taman Ismail Marzuki yang bakal jadi ruang publik (Foto: Urbanasia)

Ada cerita seru yang dibagi Andra Matin sebagai arsitek proyek revitalisasi TIM. Arsitek senior dengan segudang penghargaan ini bilang, timnya menggunakan lagu Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki untuk jadi bagian dari bangunan.

"Kami mengambil beberapa not lagu, kemudian ditransfer menjadi bentuk dari tinggi-rendahnya not. Ini menjadi bagian dari fasad dari bangunan di Taman Ismail Marzuki." ujar Andra Matin. 

Wow, kreatif banget ya idenya? Udah nggak sabar deh, pengen lihat tampilan baru TIM. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait