menu
user
URnews

National Debaters Connection: Menjawab Tantangan Hukum Masa Mendatang

Shelly Lisdya,
5 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
National Debaters Connection: Menjawab Tantangan Hukum Masa Mendatang
Image: National Debaters Connection. (Ist)

Jakarta - Dalam rangka merespons permasalahan sumber daya hukum Indonesia di masa mendatang sebuah platform anak muda yang berbasis di bidang hukum Law Connection dan debaters.id melaksanakan kegiatan National Debaters Connection (NDC) webinar series secara daring melalui zoom.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak 26 Maret sampai 2 April 2021 ini, ditujukan untuk memperkuat kualitas, Integritas, serta keberanian generasi muda hukum guna memberikan perbaikan hukum di masa mendatang.

FYI nih, Law Connection merupakan komunitas non profit yang terbentuk pada 28 Januari 2020, komunitasi ini berisikan mahasiswa Fakultas Hukum dan para pegiat hukum dari berbagai daerah di Indonesia. 

"Kami bergerak di bidang pendidikan hukum melalui kreativitas dan inovasi yang berdampak baik bagi seluruh golongan masyarakat. Melalui gerakan yang terintegrasi dan sistematis, kami bertujuan mencetak sebanyak-banyaknya generasi muda hukum yang memiliki integritas, kualitas, dan keberanian kuat agar hukum kembali tegak dengan kokoh di Indonesia," ujar Project Manager National Debaters Connection 2021, Donan.

Kegiatan NDC dimulai dengan sesi sharing session dan coaching yang dihadiri oleh delapan pembicara hebat dan berkualitas dari sektor hukum, politik dan aktivis. 

Sesi Sharing Session dibuka oleh Donan Abbad Abdullah sebagai (Project Manager National Debaters Connection) dan Rocky Gerung Sebagai pembicara hari pertama dengan mengusung tema pembahasan,“Filsafat Debat: Urgensi Pertarungan Ide dan Gagasan Melalui Narasi Argumentasi.” 

Kemudian pada hari kedua dilanjutkan oleh Wakil ketua DPR M Azis Syamsuddin dengan mengusung tema pembahasan “Sharing Session: Skill Needed In The Legal Field”, hari ketiga oleh Muhammad Ikhsan Alia (Akademisi & Awarded LPDP Scholarship) dengan mengusung tema pembahasan, “Debaters: From Indonesia to Glasgow”, hari keempat oleh Febridiansyah (Eks Jubir KPK 2016-2019 dan Visi INTEGRITAS FIRM) dengan mengusung tema pembahasan, “Debaters : Menjelaskan Integritas Pada Ruang Publik.”

Pada hari kelima oleh Febri Indra Gunawan Sitorus (Junior Associate Frans Girsang & Partners Law firm) dengan mengusung tema pembahasan, “Coaching: Membangun Argumentasi Yang Kokoh/ Case Building”, hari keenam oleh Teguh Triesna Dewa (Staff Ahli DPR – RI) dengan mengusung tema pembahasan, “Coaching: Memperkuat Karakter/Upgrading Manner”, hari ketujuh oleh M Raziv Barokah (Lawyer Integrity Lawfirm) dengan mengusung tema pembahasan, “Coaching: Menyusun Arugumentasi Bantahan/Countering Opposition”, dan sesi terakhir ditutup oleh Titi Anggraini (Dewan Pembina Perludem) dengan mengusung tema pembahasan, “Coaching: Menjadi Debaters berkelas dalam kancah Nasional.”

Seluruh pembicara senior ini menyampaikan kepada peserta NDC yang dihadiri oleh tujuh ribu lebih peserta melalui YouTube dan Zoom selama delapan hari, bahwa generasi penerus bangsa kedepan, terutama mahasiswa hukum harus mampu menjawab tantangan zaman dan harus bisa menyesuakan perubahan dunia hari ini. 

Salah satu skill yang harus dikuasai oleh generasi muda hukum adalah kemampuan untuk merebut hegemoni dalam ruang publik melalui narasi dan argumentasi yang kuat. Semakin banyak generasi muda yang cerdas dan kritis diharapkan dapat menekan tindakan represif yang seringkali menjadi pilihan penguasa untuk memaksakan sebuah kebijakan.

Menurut Donan, hal inilah yang akhirnya akan membawa generasi muda Indonesia ke depan untuk bisa bersaing dan memberikan lompatan kemajuan untuk Indonesia Emas di tahun 2035 nanti.

Pasalnya, Indonesia akan menghadapi Bonus Demografi sehingga sangat tepat untuk kita berjuang bersama membantu pemerintah untuk menyiapkan SDM hukum yang kuat dan berkualitas secara moral maupun Intelektualnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait