beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Paus Sperma Terdampar dan Mati di Banyuwangi, Berikut Fakta-faktanya

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Paus Sperma Terdampar dan Mati di Banyuwangi, Berikut Fakta-faktanya
Image: Tim SIKIA Unair melakukan pemeriksaan terhadap Paus Sperma yang mati terdampar di Pantai Warudoyong (Foto: SIKIA Unair)

Banyuwangi - Belum lama ini warga Banyuwangi dibuat geger dengan kemunculan seekor Paus Sperma (Physeter macrocephalus) di Pantai Warudoyong, Bulusan, Senin (1/8/2022). Sayangnya keberadaan paus tersebut tak bertahan dan akhirnya mati pada Selasa (2/8/2022). 

Berikut fakta-fakta terdamparnya Paus Sperma di Banyuwangi yang telah Urbanasia rangkum pada Kamis (4/8/2022):

Terlihat Pertama Kali Pada Senin (1/8/2022) 

Mamalia laut rakasasa ini pertama kali terlihat di sekitar Pantai Warudoyong, Bulusan, Banyuwangi, Jawa Timur pada Senin (1/8/2022) pukul 13.00 WIB. Keberadaannya pertama kali diketahui oleh nelayan.

Paus dengan panjang sekitar 10 meter itu terlihat kebingungan dan hanya berputar-putar di perairan yang jaraknya sekitar 50 meter dari bibir pantai. Ia terlihat terus berenang ke arah selatan sembari menyemburkan air lewat punggungnya.

Ia kemudian berhenti berenang setelah sempat menabrak rangka dermaga. Ia pun akhirnya terdampar. 

1659578769-paus-Sperma-TNI-AL.jpegSumber: Paus Sperma yang berenang di sekitar Pantai Warudoyong, Bulusan, Banyuwangi, Jawa Timur (Foto: Dok. TNI AL)

Sulit Dievakuasi 

Warga setempat dibantu petugas gabungan dari TNI AL, Satpolair Banyuwangi, dan BPBD pun langsung bergerak cepat. Mereka mencoba beragam cara untuk menarik dan mendorong agar mamalia laut ini bisa kembali ke perairan Selat Bali.

Sayangnya usaha itu mengalami kesulitan karena kondisi sedang surut. Warga dan petugas gabungan melakukan upaya penyelamatan selama lima jam, namun tak membuahkan hasil.

Paus Dinyatakan Mati Senin (1/8/2022) malam

Paus yang juga dikenal dengan nama Paus Kepala Kotak ini akhirnya mati saat berbagai pihak berusaha melakukan upaya penyelamatan. Paus ini dinyatakan mati pada Senin (1/8/2022) malam.

Mamalia yang berhabitat di Samudera Arktik ini rencananya bakal dikubur dekat lokasi terdamparnya. Namun sebelum itu paus bakal dievakuasi dan diautopsi lebih dulu untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait