menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtrending

Pelaku Penganiaya Perawat Ditangkap, RS Siloam Sriwijaya Minta Tindak Tegas

Griska Laras,
22 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pelaku Penganiaya Perawat Ditangkap, RS Siloam Sriwijaya Minta Tindak Tegas
Image: Ilustrasi perawat/Freepik

Jakarta - Pelaku yang menganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, JT, telah diamankan polisi, Jumat (16/4/2021) malam.

Direktur Utama Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Bona Fernando, meminta pelaku ditindak tegas dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Siloam Hospital menyerahkan kasus ini kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian kekerasan yang menimpa perawat kami dan menindak pelaku dengan tegas sesuai hukum yang berlaku," kata Bona dalam konferensi pers yang digelar Jumat (16/4/2021).

Dia menegaskan bahwa tindakan kasar JT pasien terhadap perawat berinisial CRS tidak dapat ditolerir.

"Kekerasan terhadap tenaga kesehatan adalah tindakan yang tidak dapat ditolerir," tegasnya.

Menanggapi klaim keluarga pelaku (JT) yang menyebut perawatnya tidak bekerja secara profesional, Bona mengatakan CRS sudah bekerja secara optimal saat bertugas merawat anak pelaku.

"Perawat kami sudah SOP, semuanya sudah sesuai prosedur."

1618622571-Pernyataan-RS-Siloam-Swiwijaya-Palembang.jpegSumber: Pernyataan RS Siloam Sriwijaya Palembang/[email protected]

Diketahui sebelumnya, CRS mengalami memar di wajah dan perut akibat aksi JT. Dia juga sempat mengalami trauma akibat kejadian itu.

Namun Bona menjelaskan, kondisi perawatnya kini telah berangsur membaik, secara fisik maupun psikis.

"CRS mengalami memar di wajah dan juga sakit pada bagian perutnya. Kondisinya sudah baik, secara fisik memang ada luka tapi secara trauma, psikis sudah berangsur membaik," paparnya.

Seperti diketahui, CRS menjadi korban penganiayaan ayah salah satu pasien di RS Siloam Sriwijaya (JT).

Aksi kekerasan tersebut berawal saat JT hendak menjemput sang anak di rumah sakit. Namun dia emosi setelah melihat tangan anaknya mengeluarkan darah setelah salah perawat selesai melepas jarum infus.

JT kemudian meminta CRS mendatangi ruang perawatan anaknya. Korban pun datang bersama dua temannya untuk menjelaskan bahwa tindakan sudah dilakukan sesuai prosedur.

1618565036-penganiayaan-perawat-rs-siloam-1.JPGSumber: Tangkapan layar dari video @Palembang.Update/instagram

Saat CRS tiba JT sempat meminta dua temannya keluar, namun mereka menolak.  Dia lalu menanyakan cara sang perawat melepas infus di tangan anaknya. Tapi sebelum CRS sempat menjawab, JT sudah menampar pipi kirinya.

Tak berhenti di sana, JT juga menjambak, dan menendang sang perawat hingga terjatuh. JT baru berhenti setelah petugas keamanan dan seorang pengunjung rumah sakit menahannya. Aksi penganiayaan tersebut terekam kamera dan viral di media sosial.  

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait