menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtrending

Pengurus Masjid dan Jemaah di Bekasi yang Diusir Telah Berdamai

Nivita Saldyni,
6 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pengurus Masjid dan Jemaah di Bekasi yang Diusir Telah Berdamai
Image: Mediasi antara Roni Oktavian dan Ustadz Abdul Rahman di Polsek Medan Satria telah berlangsung Selasa (27/4/2021). Sumber: Humas Pemkot Bekasi

Bekasi - Permasalahan antara jamaah dan pengurus masjid di Kota Bekasi yang viral karena mengunakan masker dalam masjid berakhir damai. Keduanya pun telah dimediasi oleh pihak kecamatan dan Polsek Medan Satria.

Kapolsek Medan Satria, Kompol Agus Rohmat mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada 27 April 2021 di Masjid Al Amanah yang berada di kawasan Medan Satria, Kota Bekasi. Upaya mediasi pun telah dilakukan pada Selasa (27/4/2021) lalu.

"Pada hari Selasa, 27 April 2021 mulai pukul 20.30 - 21.30 WIB bertempat di ruang kerja Kapolsek Medan Satria telah dilakukan rapat mediasi antara Bapak Roni Oktavian (jamaah masjid) dengan Ustadz Abdul Rahman selaku Ketua DKM Masjid Al Amanah terkait permasalahan kesalahpahaman tentang penggunaan masker saat beribadah di dalam masjid," kata Agus dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (3/5/2021).

Ia menjelaskan peristiwa terjadi saat Roni akan melaksanakan salat Dhuhur di masjid tersebut pada Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Namun tiba-tiba beberapa pengurus masjid menghampiri dan melarangnya menggunakan masker saat berada di dalam masjid. Dari sanalah terjadi perdebatan.

Dalam upaya mediasi, Roni mengatakan merasa mendapat perlakuan tak menyenangkan dan tersinggung dengan sikap para pengurus masjid itu. Hingga akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Roni mengaku laporan itu dibuatnya agar pengurus masjid lebih memperhatikan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19. Terlebih, kejadian pengusiran tak perlu sampai kembali terjadi pada jamaah lain yang ingin beribadah. 

Sementara itu Abdul Rahman juga mengungkap alasannya melarang penggunaan masker. Larangan tersebut diterapkan karena ia yakin Allah senantiasa melindungi umatnya yang ada di dalam masjid.

"Di Masjid Al Amanah memang menerapkan peraturan larangan masker di masjid karena tidak ingin menyamakan masjid dengan pasar. Saya yakin bahwa Allah SWT melindungi kita semua yang berada di dalam masjid," kata Abdul dalam keterangan tertulis yang sama.

Atas kejadian viral dan adanya laporan kepada kepolisian ini, kedepannya Abdul mengaku tak akan lagi melarang penggunaan masker di dalam masjid karena merupakan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahannya, terlebih kepada masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di kawasan Medan Satria. Ia pun menegaskan pihaknya siap menaati aturan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan di masjid.

Usai kejadian tersebut, Kompol Agus Rohmat mengaku pihaknya telah melakukan memberikan teguran dan mengimbau pengurus masjid Al Amanah tidak mengulangi perbuatan itu ke depannya.

"Kami telah menegur dan mengimbau kepada pengurus DKM Masjid Al Almanah agar tidak melarang jemaah untuk menggunakan masker saat melakukan ibadah salat karena saat ini kita masih dalam situasi pandemi COVID-19," pungkasnya.

Kini kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan. Pertama untuk menyelesaikan permasalahan secara damai dan musyawarah. Kedua, pihak DKM tidak akan lagi melarang penggunaan masker di Masjid Al Amanah. Kesepakatan itu pun telah ditandatangi kedua belah pihak.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait