beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Perusahaan Fashion GAP PHK 500 Karyawannya, Ini Sebabnya

Priscilla Waworuntu,
13 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Perusahaan Fashion GAP PHK 500 Karyawannya, Ini Sebabnya
Image: Pinterest/GAP

Jakarta - Perusahaan fashion merek GAP akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada kurang lebih 500 karyawannya. Sebagai informasi, The Gap adalah sebuah perusahaan publik asal Amerika Serikat yang bergerak di industri retail.

Berita adanya pemecatan ini muncul setelah sebelumnya GAP menyampaikan laporan keuangan yang terus mengalami penurunan, salah satu merek yang mengalami hal ini adalah Old Navy, yaitu merek andalan dari perusahaan GAP.

Dilansir melalui The Wall Street Journal, PHK dimulai dalam beberapa hari terakhir dan berjumlah sekitar 5 persen dari 8.700 karyawan perusahaan GAP.

Penurunan penjualan ini juga dipengaruhi oleh hengkangnya mantan CEO GAP, Sonia Syngal pada Juli lalu. Untuk sekarang ini Eksekutif GAP digantikan oleh CEO sementara. 

Neil Saunders, direktur pelaksana di GlobalData, menuliskan pendapat dalam catatan analisisnya, menuturnya keputusan GAP melakukan PHK terhadap karyawannya adalah langkah yang tepat.

Hal ini dikarenakan merek Old Navy sudah tidak sesukses dulu. Sehingga, keuntungan dari Old Navy juga tidak akan banyak. Melansir dari beberapa sumber, penjualan GAP termasuk dari Old Navy dan Banana Republic, turun sekitar kurang lebih 10 persen dari tahun lalu. 

Kemudian, ternyata pada beberapa minggu lalu Kanye West juga mengumumkan bahwa ia telah memutus kerjasama 2 tahun dengan GAP karena ketidakpatuhan substansial. West menuduh bahwa pengecer melanggar kemitraan mereka dengan tidak membuka toko Yeezy bermerek dan mendistribusikan pakaiannya seperti yang direncanakan semula. 

Saat ini, saham GAP tergelincir hampir 3 persen pada perdagangan Selasa, dengan saham turun 50 persen untuk tahun ini.

Selain GAP, sejumlah perusahaan ritel di Amerika Serikat juga mengumumkan pengurangan karyawan dalam beberapa pekan terakhir termasuk Bed Bath & Beyond, Walmart, dan Abercrombie & Fitch. PHK ini dilakukan ketika ekonomi AS berada di tengah ketidakpastian karena dampak inflasi. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait