beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtrending

Polda DIY Beberkan Kronologi dan Pemicu Kericuhan Babarsari

Nivita Saldyni,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Polda DIY Beberkan Kronologi dan Pemicu Kericuhan Babarsari
Image: Salah satu bangkai motor yang terbakar saat kericuhan di Babarsari, Sleman, Senin (4/7/2022) (Foto: AntaraNews)

Sleman - Kericuhan yang terjadi di kawasan Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (4/7/2022) siang ternyata buntut keributan di salah satu karaoke pada Sabtu (2/7/2022).

Polisi menyebut, aksi yang berlangsung anarkis itu dipicu oleh ketidakpuasan salah satu kelompok terhadap penanganan kasus oleh Polda DIY.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto pun angkat bicara. Ia menjelaskan kericuhan ini buntut dari adanya keributan yang melibatkan dua kelompok masyarakat di sebuah tempat hiburan karaoke di kawasan Babarsari pada Sabtu dini hari.

Awalnya, seorang berinisial L pergi ke karaoke dengan rombongannya. Selesai karaoke, kasir menanyakan apakah L dan rombongan sudah membayar atau belum. Namun malah terjadi keributan.

"Intinya di situ ribut, kemudian dari pihak manajemen tempat menghubungi pihak yang bertanggung jawab tentang keamanan di tempat hiburan tersebut dari saudara K," ungkapnya kepada wartawan.

Bukannya selesai, keributan makin memanas. Pihak K dan L malah adu argumen dan berujung pada perusakan di lokasi kejadian, bahkan ada tiga orang dari kelompok L yang luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Penyerangan Berlanjut ke Kawasan Jambusari

Rupanya keributan belum berakhir setelah tiga orang dari kelompok L terluka. Yulianto menambahkan, sekitar pukul 05.00 WIB, kelompok L melakukan penyerangan ke kelompok K yang berada di Jambusari. 

Penyerangan ini kembali membuat sejumlah orang mengalami luka-luka. Buntutnya, kelompok K melaporkan penyerangan itu ke Polda DIY.

Awal Mula Kericuhan 4 Juli

Berselang dua hari, kelompok K menuntut kejelasan penanganan kasus penyerangan di Jambusari. Mereka mendatangi Polda DIY dan bertemu dengan Dirkrimum Polda DIY.

Namun mereka tak puas dengan penjelasan yang diberikan Dirkrimum Polda DIY. Akhirnya massa yang berkumpul di Polda DIY itu bergerak ke Babarsari untuk mencari L dan kelompoknya.

Saat itulah kericuhan terjadi. Massa yang mengamuk menyasar lokasi yang diduga jadi tempat tinggal L. Akibatnya salah satu ruko rusak, bahkan beberapa motor hangus dibakar massa.

"Mereka melakukan perusakan di Babarsari, yang rusak adalah mebeler atau teras dari salah satu ruko di situ. Kemudian ada tujuh motor yang terbakar di situ," bebernya.

Sultan Minta Polda Usut Tuntas Insiden Kericuhan Babarsari

Peristiwa ini pun jadi perhatian Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ia meminta agar kepolisian mengusut tuntas kejadian tersebut.

"Saya berharap Polda tidak hanya sekadar melerai, tapi karena ada pelanggaran hukum, saya minta juga ada penegakan disiplin. Hukum tetap diproses dengan baik," ungkap Sultan, Senin (4/7/2022).

"Saya tidak mau di Jogja ini ajang kekerasan fisik menjadi kebiasaan untuk mendidik anak," sambungnya.

Sultan pun siap jika harus turun untuk membantu jadi mediator untuk kedua belah pihak. Namun ia menekankan, proses hukum harus tetap berjalan.

"Tindak pelanggar hukum, hukum harus ditegakkan karena aturan ada untuk ditegakkan," pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait