Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Positivity Rate Tinggi, Kemenkes Perketat Surveilans di Pintu Masuk Darat dan Laut

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Positivity Rate Tinggi, Kemenkes Perketat Surveilans di Pintu Masuk Darat dan Laut
Image: Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bahwa jumlah pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Kondisi ini tentunya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah mengingat saat ini penyebaran COVID-19 sedang meningkat karena varian Omicron.

''Dalam seminggu terakhir terjadi peningkatan pelaku perjalanan luar negeri yang cukup tinggi di seluruh pintu masuk,'' kata Menkes dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (21/12/2021).

Terkait dengan temuan ini, pemerintah bergegas melakukan inventarisir sekaligus pengetatan pemeriksaan di seluruh pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara. Pengetatan dilakukan dengan pengetesan PCR dengan S Gene Target Failure (SGTF) serta Whole Genome Sequencing (WGS) bagi seluruh kasus PCR dengan hasil positif.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dengan dua metode tersebut didapati bahwa kasus terkonfirmasi paling banyak ditemukan dari pelaku perjalanan yang masuk melalui jalur darat dan laut.

''Semua sudah kami amati dan dites menggunakan PCR serta WGS. Ternyata pintu masuk laut dan darat jauh lebih tinggi positivity ratenya dibandingkan udara,'' Imbuhnya.

Karenanya, Kemenkes dengan dibantu TNI, Polri dan Kemendagri untuk memperkuat surveilans dan karantina di pintu masuk darat dan laut.

Peningkatan kewaspadaan diberlakukan seiring adanya temuan kasus pertama Omicron di Indonesia pada 15 Desember lalu. Varian ini menyerang petugas kebersihan RSDC Wisma Atlet berinisial N. Penularan diduga berasal dari WNI yang baru tiba dari Nigeria pada 27 November lalu. Keduanya telah di karantina di Wisma Atlet dan sudah dinyatakan negative.

Pada 17 Desember, pemerintah kembali mengonfirmasi dua kasus positif varian Omicron. Dua pasien tersebut berasal dari hasil pemeriksaan lima kasus probable. Keduanya merupakan WNI yang baru saja kembali dari Inggris dan Amerika Serikat.

''Karenanya kita perlu memperketat kedatangan luar negeri kita dan karantina agar kasus-kasus yang datang dari Nigeria, London, dan Amerika bisa terus kita jaga,'' terang Menkes.

Di samping pengetatan pintu masuk negara, pemerintah juga terus menggenjot vaksinasi COVID-19 untuk mengejar target WHO yakni 40 persen dari dari total populasi. Saat ini, total vaksinasi dosis pertama telah mencapai 152 juta dosis, sedangkan untuk vaksinasi dosis lengkap sudah mencapai lebih dari 107 juta dosis.

Budi menuturkan bahwa untuk mengejar target WHO, seluruh daya dan upaya terus dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen bangsa. Kegiatan vaksinasi massal lewat sentra vaksinasi maupun fasyankes di seluruh Indonesia terus digalakkan untuk memberikan layanan vaksinasi COVID-19 bagi seluruh target sasaran tanpa memandang domisili ataupun KTP.

''Kami mengimbau masyarakat untuk mempercepat vaksinasi untuk menghadapi kemungkinan masuknya Omicron ke komunitas lokal. Tolong vaksinasi kita yang paling banyak datang Pfizer dan AstraZeneca, tidak perlu pilih jenis vaksin, sebaiknya gunakan saja yang ada,'' imbau Menkes.

Protokol kesehatan juga diperkuat terutama penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat-tempat publik. Kedisiplinan penggunaan aplikasi ini sangat penting untuk membantu menekan penularan COVID-19, karenanya pemerintah menekankan agar penerapan PeduliLindungi kembali ditingkatkan untuk menekan risiko bagi pengunjung.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait