Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtech

Profesor di Jepang Kembangkan TV yang Bisa Dijilat untuk Cicip Makanan

Elga Nurmutia,
27 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Profesor di Jepang Kembangkan TV yang Bisa Dijilat untuk Cicip Makanan
Image: Profesor Jepang kembangkan TV yang bisa dijilat dan dicicipi (Foto: Reuters)

Jakarta - Belum lama ini, seorang profesor Jepang mengembangkan prototipe layar TV yang dapat dijilat, bahkan meniru rasa makanan.  

Perangkat tersebut dijuluki sebagai Taste the TV (TTTV), dan terdapat 10 tabung rasa yang disemprotkan dalam kombinasi untuk menciptakan rasa makanan tertentu.  

Kemudian, sampel rasa tersebut digulung pada film higienis di atas layar TV datar untuk dicoba oleh pemirsa. 

Sementara itu, tujuan dibuatnya teknologi seperti ini agar orang-orang bisa merasakan pengalaman makan, meski hanya di rumah saja. Hal itu dikatakan oleh Profesor Universitas Meiji, Homei Miyashita. 

"Tujuannya adalah untuk memungkinkan orang memiliki pengalaman seperti makan di restoran di belahan dunia lain, bahkan saat tinggal di rumah," ujar Profesor Universitas Meiji, Homei Miyashita, dikutip dari Reuters, Sabtu (25/12/2021). 

Profesore tersebut juga bekerja dengan tim yang terdiri dari sekitar 30 siswa yang telah memproduksi berbagai perangkat yang berhubungan dengan rasa, termasuk garpu yang membuat rasa makanan lebih kaya.  

Ia juga mengatakan dia membangun prototipe TTTV sendiri selama setahun terakhir dan versi komersial akan dikenakan biaya sekitar 100.000 yen ($875) untuk membuatnya. 

Bukan hanya itu, Miyashita juga telah melakukan diskusi dengan perusahaan terkait penggunaan teknologi semprotannya untuk aplikasi, seperti perangkat yang dapat menerapkan rasa pizza atau cokelat pada sepotong roti panggang. 

Lalu, ia juga berharap dapat membuat platform dimana selera dari seluruh dunia dapat diunduh dan dinikmati oleh pengguna, seperti halnya musik saat ini. 

Selain itu,  jurnalis pun ditunjukkan demonstrasi TTTV oleh seorang siswa Meiji. Ia juga memberi tahu layar bahwa, dirinya ingin mencicipi cokelat manis. Setelah beberapa kali mencoba, suara otomatis mengulangi pesanan dan pancaran rasa menyemprotkan sampel ke dalam lembar plastik. 

"Ini seperti cokelat susu," imbuhnya. 

"Ini manis seperti saus cokelat," terangnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait