Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Psikolog Ungkap Faktor Orang Tua Tega Cungkil Mata Anak Demi Pesugihan

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Psikolog Ungkap Faktor Orang Tua Tega Cungkil Mata Anak Demi Pesugihan
Image: Ilustrasi Kekerasan Anak. (Pinterest/The Minds Journal)

Jakarta - Publik dibuat geram oleh aksi suami istri yang tega mencungkil mata anaknya yang berusia enam tahun demi pesugihan.

Paman korban (AP) mengungkapkan ada bagian dari mata AP yang sempat ditelan oleh ibu AP. Bahkan, kakak korban juga meninggal pada 31 Agustus 2021 karena dianiaya dengan dicekoki garam hingga dua liter.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Malang, Salis Yuniardi mengatakan, ada beberapa faktor alasan kenapa ayah, ibu, paman dan kakek AP tega melakukan penganiayaan kepada sang buah hati.

"Ada beberapa kemungkinan, pertama adalah orang tuanya bisa dikatakan bodoh. Bisa jadi kurangnya pendidikan sehingga kurang pemahaman atau kemampuan berpikir," katanya melalui sambungan telepon kepada Urbanasia, Selasa (7/9/2021).

Faktor selanjutnya adalah kurangnya pemahaman agama, yakni orang tua yang lebih mempercayai ilmu hitam demi memperkaya diri.

"Atau bisa juga punya masalah mental, misal kecenderungan sadistic. Ada juga keterlibatan faktor sosial budaya khususnya keyakinan budaya yang menyimpang (pesugihan)," terangnya. 

Terkait kondisi korban yang masih di bawah umur, Salis menyebut korban akan sulit untuk menyembuhkan trauma selama hidupnya. Bahkan, bisa jadi AP akan memiliki pikiran negatif ke lingkungan sekitar akibat pengkhianatan dan penganiayaan yang dialaminya.

"Jangankan yang fisik, yang psikis aja kerusakan jangka panjang, apalagi yang melakukan itu orang terdekat. Akhirnya dia akan memiliki pikiran negatif ke dirinya karena tidak merasa dicintai, dan negatif ke masyarakat. Ia akan memiliki pemikiran yang merasa dikhianati oleh orang terdekat, ini akan tertanam sampai ia dewasa," bebernya.

"Korban harus benar-benar didampingi untuk menghilangkan konsep dirinya, dengan bahasa lain dibangkitkan resiliensinya dan trauma yang dialaminya," tandasnya.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan itu terjadi di rumah korban di area Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, Rabu (1/9/2021). Hari kejadian bertepatan dengan hari pemakaman kakak AP, yakni DD (22).

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait