Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Ramai Adopsi Spirit Doll, Psikolog: Keluar dari Batas Akal Sehat

Putri Nur Aisyah,
13 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ramai Adopsi Spirit Doll, Psikolog: Keluar dari Batas Akal Sehat
Image: Ilustrasi - koleksi Spirit Doll Furi Harun. (Instagram @bonekafuriharun)

Jakarta - Beberapa pekan yang lalu, dunia maya tengah dihebohkan dengan para artis ramai 'mengadopsi' spirit doll atau boneka arwah. Bahkan, diberi nama layaknya anak mereka sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Fakultas Psikolog Universitas Airlangga (UNAIR), Nurul Hartini mengatakan bahwa hal tersebut bisa mengarah ke perilaku tidak wajar.

"Ketika seseorang menganggap boneka tersebut hidup dan percaya bahwa mereka akan bertumbuh besar, maka hal itu telah keluar dari batas akal sehat. Perilaku tersebut menjadi keanehan tersendiri yang disebabkan oleh berbagai faktor," ujar Nurul seperti dikutip dari laman UNAIR, Jumat (7/1).

Menurutnya, apabila perilaku menganggap benda mati memiliki nyawa dibiarkan rerus menerus akan berdampak ke kondisi kesehatan mental orang tersebut.

"Jika ketidakwajaran itu tidak segera dihentikan, maka berisiko pada keadaan psikopatologinya (ketidakstabilan fungsi kejiwaan yang meliputi indera, kognisi, dan emosi, Red)," tegas Nurul.

Hal-hal seperti itu perlu ditangani sejak dini agar tidak sulit mengembalikan kondisi psikologis seseorang kepada hal yang rasional dan realistis.

Prof. Nurul juga membetulkan bahwa boneka bisa menjadi strategi pemulihan mental bagi seseorang yang mungkin pernah kehilangan anak. Namun sejatinya boneka bukanlah makhluk hidup, sehingga perlu diperhatikan lebih jauh oleh profesional.

“Kuncinya adalah rasional, realistis, dan proporsional. Selama tiga hal itu terpenuhi, maka kita senantiasa objektif dalam memikirkan, merasakan, dan melakukan segala hal,” tegas Nurul.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait