menu
user
URnews

Round Up Dewa Kipas Vs WGM Irene: dari Gaya Bermain hingga Netizen Salfok

Kintan Lestari,
28 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Round Up Dewa Kipas Vs WGM Irene: dari Gaya Bermain hingga Netizen Salfok
Image: Deddy Corbuzier, Grandmaster Susanto Megaranto, dan Woman International Master Chelsie Monica. (Tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzier)

Jakarta - Dadang Subur alias Dewa Kipas 'bertarung' secara live melawan Woman Grandmaster (WGM) Irene Kharisma Sukandar sore ini (22/3/2021) di kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Di permainan babak pertama, Dewa Kipas mendapat bidak hitam, sementara Irene Kharisma Sukandar memegang bidak putih.

Siaran langsung pertandingan catur keduanya pun mengundang banyak rasa penasaran netizen. Terbukti siaran live tersebut disaksikan lebih dari 1 juta penonton.

Netizen pun ramai menyuarakan dukungan mereka untuk Pak Dadang dan Irene di kolom komentar siaran langsung.

Berikut beberapa hal yang berhasil Urbanasia rangkum selama Dewa Kipas Vs WGM Irene tanding catur secara live di YouTube channel Deddy Corbuzier.

1. Gaya Bermain

Selama live pertandingan catur, gaya bermain Dadang Subur alias Dewa Kipas dan WGM Irene tak pelak jadi sorotan caster (komentator) dari Percasi, yakni Susanto Megaranto dan Chelsie Monica. 

Mereka menyebut, gaya bermain Pak Dadang lebih posisional, defensif, bertahan, dan tidak menyerang. Sedangkan WGM Irene cenderung agresif, menyerang, dan terbuka.

2. Caster Disebut Netizen Tidak Netral

Dari pantauan Urbanasia, ada banyak komentar yang menyebut kalau caster tidak netral. 

Beberapa netizen menyebut caster berpihak pada Irene dan memojokkan Pak Dadang.

"Komentator gak netral ah," tulis seorang netizen.

"Caster berat sebelah," tulis yang lainnya.

Tapi tidak sedikit yang melihat kalau caster bersikap sportif. Komentar mereka yang terkesan memojokkan Pak Dadang disebut karena caster paham alur permainan.

Dari hasil pertandingan Dewa Kipas melawan GMW Irene, hasilnya kemenangan tiga kali berturut-turut oleh Irene.

Di pertandingan yang disiarkan langsung pukul 15.00 WIB, Pak Dadang banyak melakukan blunder.

1616410683-komentator.jpgSumber: Komentar netizen yang menuding caster berat sebelah. (Tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzier)

3. Hanya Berlangsung Tiga Babak

Pertandingan keduanya harusnya berlangsung empat babak. Namun usai babak ketiga, Dewa Kipas menyerah karena kalah berturut-turut akibat blunder.

Hasilnya dari tiga pertandingan yang berlangsung, Irene menang semuanya.

4. Netizen Salah Fokus pada Chelsie

Ada yang tak biasa dari pertandingan antara Dewa Kipas dan WGM Irene. Netizen rupanya dibuat salah fokus (salfok) dengan sosok Chelsie yang jadi caster.

Di babak ketiga, netizen malah lebih fokus pada sosok Chelsie. Terlihat di kolom komentar banyak yang terpesona dengan dara kelahiran 1995 itu.

"Komentatornya cantik," komentar seorang netizen.

"Chelsie aku padamu," tulis yang lainnya.

Banyak juga yang menanyakan Instagram peraih gelar Woman International Master itu di kolom komentar.

"Chelsie siap-siap IGnya rame," tulis yang lain.

1616410695-chelsea.jpgSumber: Komentar netizen yang salah fokus dengan kecantikan Woman International Master Chelsie Monica. (Tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzier)

5. Hadiah Terbesar di Catur

Setelah pertandingan usai, Deddy Corbuzier pun menepati janjinya dengan memberi hadiah pada masing-masing yakni Rp 200 juta untuk WGM Irene dan Rp 100 juta untuk Pak Dadang.

Disebut Irene, hadiah ini merupakan hadiah terbesar di pertandingan catur dan seharga 1 medali emas SEA Games.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait