menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Roundup Top 5 News Urbanasia, 27 April 2021

Urbanasia,
8 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Roundup Top 5 News Urbanasia, 27 April 2021
Image: Ilustrasi bandara. (Instagram @angkasapura2)

Jakarta - Sejumlah informasi menarik terangkum pada Selasa (27/4) nih, Urbanreaders! Kabar di antaranya, Lee Kwang Soo mundur dari 'Running Man', orang dari luar negeri masuk Indonesia tanpa dikarantina, hingga fakta soal kabar kapal selam KRI Nanggala-402 tertembak rudal kapal Prancis.
 
Langsung saja, berikut roundup top 5 news Urbanasia di hari ini, guys!

1. Usai 11 Tahun Gabung, Lee Kwang Soo Mundur dari 'Running Man'

1619489229-Lee-Kwangsoo.jpgLee Kwang Soo. ([email protected])

Lee Kwang Soo mengundurkan diri dari 'Running Man' setelah 11 tahun bergabung dengan variety show populer tersebut.

Kabar ini disampaikan King Kong by Starship selaku agensi Kwang Soo, Selasa (27/4/2021). Dalam pernyataan pers resminya, aktor yang dijuluki 'Pangeran Asia' ini disebut akan meninggalkan 'Running Man' per 24 Mei.

"Lee Kwang Soo akan meninggalkan 'Running Man' setelah rekaman terakhirnya pada 24 Mei," ungkap salah satu perwakilan agensi seperti dikutip Allkpop.

2. Orang dari Luar Negeri Masuk Tanpa Karantina, Polisi Sebut Ulah Mafia

1608267520-Ilustrasi-Bandara.jpgIlustrasi bandara. (Instagram @angkasapura2)

Polisi membongkar praktik mafia di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menyusul aturan ketat masuk wilayah Indonesia bagi warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) sepulang perjalanan dari luar negeri di tengah situasi pandemi.

Penyidik Polda Metro Jaya kini tengah mendalami kasus seorang oknum petugas bandara Soetta yang meloloskan WNI berinisial JD yang datang dari India tanpa menjalani karantina COVID-19.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, JD diharuskan membayar sejumlah biaya kepada oknum berinisial S dan RW yang mengaku sebagai petugas bandara agar dapat lolos masuk Indonesia.

"Dia itu membayar Rp6,5 juta ya kepada petugas yang berinisial S. Modusnya ini untuk sementara sedang kita selidiki lebih lanjut," ujar Yusri, Senin (26/4/2021) malam seperti dikutip PMJ News.

 3. Fadjroel Rachman: Jokowi Belum Menyatakan Akan Reshuffle Kabinet

fadjroel jubir.jpgJuru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman. (Instagram @fadjroelrachman)

Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menyebut ingin menggelar perombakan atau reshuffle kabinet.

Apabila memang diperlukan, Fadjroel menyebut, Presiden Jokowi yang akan mengumumkan sendiri mengenai reshuffle kabinet Indonesia Maju.

"Sampai saat ini Presiden Joko Widodo belum pernah menyatakan akan melakukan reshuffle kabinet. Apabila reshuffle memang diperlukan, maka Presiden sendiri yang akan mengumumkan dan menyampaikan kepada publik," kata Fadjroel lewat video kepada Urbanasia, Selasa (27/4/2021).

4. Densus 88 Polri Tangkap Eks Sekum FPI Munarman

1619522502-Munarman.jpgEks Sekretaris Umum FPI Munarman/ANTARA Boyke Ledy Watra

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menahan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Munarman ditangkap di kawasan Pamulang, Tangerang, Selasa (27/4/2021) sore.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, pun telah mengonfirmasi kabar penangkapan tersebut. "Iya benar," ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/4).

Menurut keterangan polisi, Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan terorisme.

5. KRI Nanggala-402 Terkena Tembak Rudal Kapal Prancis? Begini Faktanya!

1619332767-KRI-Nanggala-402.JPGKapal selam KRI Nanggala-402. (Antara)

Sejak kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali, Sabtu (24/4/2021) lalu banyak beredar kabar bahwa kapal buatan Jerman itu tenggelam karena tembakan rudal. Tembakan tersebut diduga berasal dari kapal selam asing milik Prancis, SSN Emeraude.

Menanggapi kabar tersebut, Asrena Kasal Laksamana Muda Muhammadi Ali membantah. Dalam konferensi pers, Selasa (27/4/2021), ia mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Kapal asing lewat ini saya rasa berlebihan. Ditembak oleh kapal asing lah," katanya, Selasa (27/4/2021).

Ia menjelaskan bahwa saat KRI Nanggala-402 tenggelam, banyak kapal yang tengah berada di atas air. Kapal-kapal ini pun dilengkapi sonar yang bisa mendeteksi jika memang terjadi ledakan.

"Jadi pada saat kejadian itu ada banyak kapal atas air di sana. Dan kapal atas air itu mempunyai sonar. Kalau ada ledakan, pasti terdengar oleh sonar, bahkan oleh telinga. Mata pun bisa terlihat bahwa air itu akan naik ke atas sedikit. Jadi tidak ada ledakan pada saat kejadian. Itu dari pengamatan kapal-kapal yang ikut latihan bersama KRI Nanggala kemarin," jelasnya panjang lebar. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait