Hot News

Jakarta - Begitu saya menggenggam Galaxy S20 Ultra yang dikirimkan oleh Samsung kepada Urbanasia, saya langsung penasaran sama kameranya. Iya, benar banget. Ponsel mewah besutan Samsung itu punya empat kamera belakang yang mencuri perhatian.

Sebelum Urbanasia dikirimi ponsel ini, saya juga sudah banyak browsing soal kehebatan ponsel ini. Beneran hebat atau cuma mahal doang sih?

Nah, kebetulan dapat kesempatan untuk nyobain, saya pun tak mau menyia-nyiakannya. Saya pun benar-benar memakainya untuk keperluan sehari-hari.

Dan karena kemarin-kemarin saya lagi WHF alias work from home, saya malah jadi menemukan banyak fungsi lain dari ponsel ini loh. Hmm, kalian penasaran? Yuk terus baca artikel ini ya.

Jadi, salah satu fitur yang paling diandalkan sekaligus paling banyak dicari oleh penggunanya adalah kameranya. Sensornya besar yakni 108 MP, bisa dizoom sampai 100 kali, fitur single take, dan seabrek fitur lainnya.

Dan karena informasi itu, fitur kamera menjadi prioritas saya untuk dikulik. Selain kamera, saya juga menjadikan ponsel ini untuk mendukung aktivitas bekerja dari rumah saya karena kebetulan laptop saya sedang ada masalah.

Ya untuk meeting online, koordinasi lewat pesan singkat, hingga presentasi. Dan saya lumayan terkesima karena semua itu bisa dilakukan dengan ponsel ini tanpa masalah berarti. Wow!

Desainya Simpel

1591151533-IMG-0966.JPG

Buat beberapa orang, desain Samsung Galaxy S20 Ultra ini kurang wah. Terlalu simpel dan sederhana. Tapi buat saya, hal itu justru menjadi keunggulannya. Saya memang penyuka desain simpel sih.

Satu lagi yang mungkin agak bermasalah buat saya adalah ukurannya yang cenderung besar. Layarnya punya dimensi 6,9 inch yang mungkin 5 tahun lalu masuk dalam kategori tablet, bukan ukuran wajar untuk smartphone. 

Rasio antara layar dan bodi mencapai 90%, jadi memang hampir seluruh bodinya adalah layar.

Buat tangan kecil saya, tentu saja itu terlalu kebesaran, tapi setelah saya pakai selama sebulan lebih dikit, kayaknya nggakt terlalu bermasalah sih.

Tidak terlalu banyak hal yang mencolok. Satu-satunya yang membuat mata saya menyipit adalah kamera belakangnya yang terlihat kotak besar dan sedikit menonjol. Duh, bakalan kesenggol-senggol nih. Baret.

Tapi Samsung sepertinya memikirkan hal ini. Makanya dalam boks Galaxy S20 Ultra, sudah disediakan softcase bening yang bisa mengatasi soal kamera yang menonjol dari body itu. Hmm, masalah selesai dong ya.

Ada empat varian warna Samsung Galaxy S20 Ultra, Cosmic Gray, Cosmic Black Cloud Blue, dan Cloud Pink. Tapi dua varian terakhir sepertinya tidak masuk ke Indonesia. Untuk spesifikasi, di Indonesia juga cuma punya satu varian saja, versi RAM 12GB dengan ROM 128GB.

Untuk tata letak tombol masih sama mirip dengan ponsel Android lainnya. Volume di bagian kanan, dan satu tombol khusus untuk layanan Bixby. Sejak One UI 2 Samsung memindahkan tombol power secara virtual yang bisa diakses dari shortcut pengaturan.

Samsung Galaxy S20 Ultra punya dua speaker stereo yang salah satunya diletakan di atas, tempat yang sama untuk mendengarkan panggilan telepon. Lalu satunya lagi ada di bawah, persis di sebelah port USB-C.

Dan for you information, ponsel ini adalah seri S pertama yang sudah meninggalkan port audio 3.5, sebagai gantinya kalian akan diberikan headset racikan AKG yang sudah menggunakan port USB-C.

Layar: Super Responsif dan Super Cemerlang

1591151582-IMG-0969.JPG

Rasanya nggak berlebihan kalau saya menyebut layar Samsung Galaxy S20 Ultra ini super responsif dan super cemerlang. Saya kagum betul dengan refresh rate layar 120Hz yang didukung layar ponsel ini.

Umumnya ponsel Android hanya punya refresh rate 60 Hz, kemudian ada beberapa yang punya 90 Hz. Namun di Samsung Galaxy S20 Ultra kamu bisa memilih mode 60Hz atau 120Hz. Beda banget rasanya.

Saya nggak mau lagi balik ke versi 60 Hz setelah menjajal 120 Hz. Kamu mungkin juga bakal begitu kalau sudah nyoba. Nggak percaya? Coba aja sendiri! Hehe.

Dan kenapa saya sebut layar super cemerlang? Jadi gini, Samsung Galaxy S20 Ultra itu punya layar tipe flexible OLED dengan resolusi 3.200 X 1440 pixel, dengan kepadatan layar 551 ppi dan tingkat kecerahan hingga 1,342 nits.

Sudah bisa dibayangkan? Spesifikasi ini jauh di atas iPhone 11 Pro Max yang punya 905 nits. Hmm..

Dengan layar seterang itu sudah jelas panelnya bakal bisa menampilkan semua konten HDR saat nonton YouTube atau film di Netflix.

Performa dan Produktivitas

Ponsel dengan performa baik bisa membantu kamu melakukan sesuatu dengan lebih cepat dan bersamaan. Jadi, perkerjaan kamu bisa cepat selesai dong.

Nah, itu tuh yang saya rasakan saat memakai ponsel ini. Semua itu merupakan salah satu hasil dari kerja Exynos 990 (chipset tercepat) Samsung yang dipasang di dalam Galaxy S20 Ultra.

Performa ponsel ini juga ditopang dengan memori RAM 12GB jenis LPDDR5, jenis memori tercepat dan satu-satunya yang ada di ponsel.

LPDDR5 adalah penerus dari memori jenis LPDDR4x yang saat ini masih banyak digunakan di ponsel menengah hingga flagship, sebut saja Xiaomi Black Shark series, Oppo A9 2020, Huawei P40 Pro dan beberapa model lainnya.

Dibanding LPDDR4x, kecepatan LPDDR5 diklaim 50% lebih tinggi tetapi dengan daya 30% lebih hemat. Sekilas mungkin nggak akan terasa perbedaannya, tapi kalau dipakai untuk mengerjakan fungsi desktop baru hal ini terasa sangat membantu.

Salah satu hal yang saya suka adalah Samsung Dex, fitur yang membuat ponsel bisa menjalankan tugas-tugas di desktop hanya dengan menyambungkannya ke monitor dengan kabel HDMI, lalu menggunakan keyboard dan mouse via bluetooth.

Ini yang saya bilang ponsel ini sangat membantu pekerjaan saya selama work from home. Pokoknya untuk keperluan aplikasi perkantoran, ini membantu banget deh. Menurut saya bisa menggantikan laptop.

Bahkan untuk urusan video call, ponsel ini lebih keren karena kameranya lebih bagus dari laptop apapun.

Hmmm, buat kamu para selebgram yang mau IG Live maupun Zoom, ponsel ini bakalan menampilkan gambar kamu dengan baik deh. Jadi kayaknya follower kamu bakal seneng banget. Hehe.

Kesimpulan

Setelah sebulan lebih memakai ponsel ini dan mencoba semua fungsinya, saya mendapatkan bahwa ponsel ini nggak cuma ponsel biasa. Ada banyak fungsi bermanfaat yang bisa membantu pekerjaan kamu atau sekadar untuk menikmati hiburan seperti nonton film atau Netflix.

Dan saya mengangkat dua jempol untuk fungsi Samsung Dex karena memang cuma seri flagship Samsung yang punya fitur ini. Bekerja bisa lebih praktis dan produktif hanya dengan satu gadget di tangan.

Untuk kamera, walau bukan yang terbaik tapi saya puas dengan dengan hasilnya, mode Pro punya peran penting untuk memaksimalkan foto di setiap kondisi. Jadi kalau mau, cobalah mengeksplore fitur ini.

 


Loading ..