menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URstyle

Selain Prokes, Rumah Hijau juga Jadi Solusi Hidup Sehat di Masa Pandemi

Kintan Lestari,
11 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Selain Prokes, Rumah Hijau juga Jadi Solusi Hidup Sehat di Masa Pandemi
Image: Ilustrasi rumah hijau atau rumah sehat ramah lingkungan. (Freepik/arissu)

Jakarta - Pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum usai meski angka kematian menurun beberapa bulan belakangan.

Maka dari itu masyarakat masih perlu menerapkan protokol kesehatan guna menjaga diri, seperti vaksinasi, 3T (Testing, Tracing, Treatment), dan melakukan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi).

Selain tiga hal tadi, masih ada juga solusi lain yang bisa membantu masyarakat tetap merasa sehat, yakni tata kelola ruang.

Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berkolaborasi dengan Arsitek Sigit Kusumawijaya merancang rekomendasi tata ruang dan tata perilaku adaptasi kehidupan baru yang disampaikan dalam sebuah diskusi virtual.

“Salah satu solusi yang harus kita lakukan supaya tetap aman dan menghindari paparan adalah dengan mengupayakan adaptasi kehidupan baru, bukan hanya dalam protokol namun juga kesiapan ruang yang memungkinkan orang untuk tetap beraktivitas," ujar Ketua Tim Mitigasi Dokter PB IDI Adib Khumaidi dalam diskusi media yang diadakan secara daring, Selasa (27/4/2021).

"Melalui diskusi ini, kami mendorong pemerintah dan pimpinan perusahaan/kantor untuk membuat regulasi tata kelola ruang sehingga ada proses pengawasan yang dilakukan dan semua aktivitas tetap bisa dilakukan tetapi dengan assesment terlebih dahulu oleh Tim pengawasan di setiap daerah dengan melibatkan Satgas COVID daerah," lanjutnya lagi. 

Berbicara tata kelola ruang, maka V-D-J-S alias Ventilasi-Durasi-Jarak-Sirkulasi jadi hal penting.

Sigit Kusumawijaya, Arsitek dan Ahli Rancang Kota, merekomendasikan rumah hijau atau rumah sehat ramah lingkungan di era pandemi seperti saat ini.

"Rumah hijau dan sehat dapat signifikan mengurangi beban dari fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Terlebih dalam kondisi saat ini rumah hijau dan sehat secara nyata dapat membantu mengurangi tingkat penyebaran tertular penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) termasuk memberikan kenyamanan penghuninya selama pandemi COVID-19,” kata Sigit.

Sigit menyebut dengan redesain tata ruang hijau maka penghuni rumah dapat memetik beberapa manfaat, seperti pergantian udara segar di dalam rumah jadi lancar.

Selain itu, penghuni juga bisa mendapatkan langsung sinar matahari untuk penerangan alami dan manfaat asupan kebutuhan pro vitamin D, serta relaksasi dan self healing karena kedekatan dengan alam. 

“Kami berharap rekomendasi ini bisa menjadi rujukan dan masuk dalam régulasi sebagai upaya mengembalikan aktivitas masyarakat agar tidak hanya patuh pada protokol 5M saja tetapi juga memperhatikan tata kelola ruang ini, terutama di ruangan-ruangan tertutup yang lebih berisiko,” tutup Adib. 

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait