menu
user
URnews

Sempat Terbawa Arus Pantai Kemiren, Bocah 12 Tahun Akhirnya Ditemukan Selamat

Citra Resmi ,
sekitar 1 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sempat Terbawa Arus Pantai Kemiren, Bocah 12 Tahun Akhirnya Ditemukan Selamat
Image: Tim SAR gabungan mencari Nanda Mifta Rohman (12) yang hilang terseret gelombang di Pantai Kemiren, Cilacap, Jawa Tengah (ANTARA)

Cilacap - Seorang bocah berusia 12 tahun berhasil dievakuasi oleh Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan dalam keadaan selamat. Bocah bernama Nanda Mifta Rohman ini dikabarkan tenggelam di pantai Kemiren, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Hal ini diketahui berdasarkan keterangan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono.

"Berdasarkan informasi yang kami terima dari petugas TRC BPBD Kabupaten Cilacap pada pukul 10.25 WIB, korban diketahui bernama Nanda Mifta Rohman (12), warga Jalan Kanguru RT 06 RW 05, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Awal mulanya, Nanda dikabarkan terseret gelombang saat sedang berenang bersama teman-temannya di Pantai Kemiren pada Minggu (22/12/2019) pukul 09.45 WIB.

Baca juga: Sempat Terbawa Arus Pantai Kemiren, Bocah 12 Tahun Akhirnya Ditemukan Selamat

Kejadian ini kemudian dilaporkan keluarga pada Pokdar RW 16 Kelurahan Tegalkamulyan yang meneruskan informasi tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Segera setelah menerima informasi ini, Basarnas Pos SAR Cilacap segera memberangkatkan satu regu Basarnas untuk menggelar operasi SAR bersama tim pencarian dan pertolongan yang sudah lebih dulu berada di lokasi kejadian.

Selain tim Basarnas, operasi pencarian ini pun melibatkan SAR Nelayan Kemiren dan Pokdar RW 16 Kelurahan Tegalkamulyan. Akhirnya pada pukul 10.40 WIB, tim pencari menemukan Nanda dalam keadaan selamat. Nanda kemudian dibawa ke RSUD Cilacap untuk menjalani pemeriksaan.

"Kami mengimbau wisatawan untuk selalu waspada terhadap ombak atau gelombang saat berwisata di pantai," himbau Mulyono.(*)

Komentar
paper plane