beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Siswi di Sragen Dirundung Gegara Tak Berjilbab, Ganjar Ancam Pecat Guru

Elya Berliana Prastiti,
15 November 2022 17.19.08 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Siswi di Sragen Dirundung Gegara Tak Berjilbab, Ganjar Ancam Pecat Guru
Image: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Dok. Pemprov Jateng)

Jakarta - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memberikan peringatan keras kepada kalangan guru untuk tidak melakukan perundungan terhadap muridnya dengan alasan apapun.

“Saya ingatkan saja agar tidak ada orang yang punya agenda tersembunyi. Satu yang saya peringatkan dengan keras adalah bullying, semua guru tidak boleh membully muridnya dengan alasan apapun,” ujar Ganjar, mengutip ANTARA, Senin (14/11/22).

Ganjar mengatakan para siswa harus berkembang, dan keberadaan guru sebagai pembimbing bukan untuk melakukan perundungan.

“Biarkanlah mereka bisa berkembang mestinya guru memberikan konseling kepada mereka dengan baik, bukan kemudian membully atas alasan apapun,” ujarnya.

Peringatan tersebut disampaikan Ganjar terkait kasus perundungan yang menimpa seorang siswi berinisial S asal SMA Negeri 1 Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Siswa berusia 15 tahun itu diduga mendapatkan perundungan dari gurunya karena tidak memakai jilbab. Hal tersebut membuat Ganjar tidak segan mencopot guru yang terlibat.

“Kalau perlu nanti jika menemukan temuan lain, seluruh guru saya minta tanda tangan. Kalimat terakhir harus siap, kalau saya melakukan itu, dicopot. Saya tegas,” kata Ganjar.

Selain itu, Ganjar mengaku telah berulang kali mengingatkan masalah perundungan di lingkungan sekolah. Bahkan ia juga meminta kepada semua pihak terkait untuk tidak menoleransi jika kasus serupa kembali terjadi.

“Hal ini dipanggil DPRD, mudah-mudahan bisa terlihat apa motifnya. Saya sudah mengingatkan berkali-kali jadi kalau Anda melanggar, Anda berhadapan dengan saya,” ucap Ganjar.

Sebelumnya, seorang siswi SMA Negeri 1 Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, berinisial S diduga menjadi korban perundungan dari guru matematika karena tidak memakai jilbab.

Usai kejadian tersebut, S masih mau berangkat sekolah. Namun, karena diduga dibully oleh kakak kelas, S minta dijemput pulang dan enggan masuk sekolah lagi.

Orang tua S pun mengadukan dugaan tersebut ke Polres Sragen karena anaknya mengalami tekanan psikis. Setelah diadukan, guru matematika berinisial SW itu akhirnya meminta maaf.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait