Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtech

Smartfren Bakal Bangun Layanan Data Center 1000 Megawatt di Indonesia

Afid Ahman,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Smartfren Bakal Bangun Layanan Data Center 1000 Megawatt di Indonesia
Image: Gandeng Investor Abu Dhabi, Smartfren Kembangkan Data Center 1000 MW di Indonesia. (Dok. Smartfren)

Dubai - Smartfren memastikan akan membangun layanan data center berkapasitas 1000 Megawatt (MW) di Indonesia.

Hal tersebut merupakan buah kolaborasi operator milik Sinar MAs dengan perusahaan cloud asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). 

Smartfren baru saja menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan yang bergerak di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Cloud Computing asal Abu Dhabi, Group 42 (G42) serta mitra lokal asal Indonesia, PT Amara Padma Sehati (APS). 

Menurut Chairman & CEO, Sinar Mas Telecommunications & Technology Franky Oesman Widjaja, Smartfren memahami pentingnya pusat data sebagai tulang punggung perkembangan industri digital di Indonesia.

“Kami optimis, kerja sama ini akan mewujudkan pembangunan pusat data di Tanah Air dan menjaga kedaulatan data nasional yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia. Selain itu, berkembangnya pusat data ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” terang Franky. 

Pertukaran dokumen perjanjian sendiri dilakukan antara Chairman dan CEO Sinar Mas Telecommunication and Technology, Franky Oesman Widjaja dan CEO G42, Peng Xiao dalam sebuah acara yang digelar di Expo Dubai, Kamis, 4 November 2021 dan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri UEA dan Ruler of Dubai, HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Smartfren dan perusahaan afiliasinya Moratel yang bergerak di penyedia konektivitas berbasis fiber optic, akan berkolaborasi dengan APS dan G42 yang akan berperan sebagai mitra strategis.

Dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, kolaborasi ini diharapkan akan meningkatkan ketahanan, keamanan dan kedaulatan data nasional.

Untuk diketahui saat ini kebutuhan pusat data di Indonesia berkembang sangat pesat. Pembangunan infrastruktur pusat data di dalam negeri yang memadai menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan. 

Dengan menggunakan pusat data yang berada di dalam negeri diharapkan akan memberi kemampuan untuk akses data yang lebih mudah, cepat dan aman dan akan melengkapi serta memperkuat ekosistem digital untuk mendukung pengembangan ekonomi digital yang sangat pesat serta menciptakan lapangan kerja yang besar di bidang digitalisasi dan industri 4.0.

“Hal ini, merupakan kunci perwujudan ketahanan, keamanan dan kedaulatan data nasional menuju ekonomi digital Indonesia,” tambah Franky.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait