Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

SMK dan Pemuda Ponorogo Sulap Sampah Jadi Briket Pengganti Batu Bara

Nivita Saldyni,
28 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
SMK dan Pemuda Ponorogo Sulap Sampah Jadi Briket Pengganti Batu Bara
Image: Briket pengganti batu bara dari sampah hasil karya SMK dan Pemuda Ponorogo. (Instagram @khofifah.ip)

Ponorogo - SMK dan Pemuda Ponorogo berhasil mengolah sampah Refuse Derived Fuel (RDF) menjadi briket pengganti batu bara. Menariknya, inovasi ini telah digunakan Pemkab Ponorogo sebagai solusi persoalan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican loh.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai mengunjungi pengolahan sampah di TPA Mrican, Ponorogo, Senin (8/11/2021) lalu. Lewat postingan terbarunya di Instagram, Khofifah memberikan apresiasi kepada SMK dan Pemuda Ponorogo atas inovasinya itu.

"Dua jempol untuk inovasi waste to energy yang diciptakan SMK Ponorogo berupa pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF). Ditangan mereka, sampah diolah menjadi briket yang bisa menggantikan bahan bakar dari kayu maupun batubara," kata Khofifah seperti dikutip Urbanasia pada Selasa (9/11/2021).

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by khofifah indar parawansa (@khofifah.ip)

Menurutnya, inovasi ini sangat berarti di tengah upaya Indonesia menekan laju perubahan iklim dengan cara mengurangi produksi gas rumah kaca dan emisi gas karbon.

"Ide yang cemerlang dan brilian disaat Indonesia berupaya menekan laju perubahan iklim dengan cara mengurangi produksi gas rumah kaca dan emisi gas karbon," katanya.

Khofifah pun menyebut saat ini permintaan briket sampah ini cukup besar dan luas. Pasarnya mulai dari Pasuruan, Kediri, Malang, Sidoarjo, hingga Gresik dan dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar lainnya seperti kayu bakar atau batu bara.

Nah sebagai salah satu energi baru terbarukan dan pasarnya yang luas, Khofifah pun menilai inovasi ini bisa jadi satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Untuk itu, ia pun berencana untuk 'membawa'-nya ke kabupaten/kota lain di Jatim.

"Inovasi ini, InsyaAllah rencananya akan saya replikasi di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur," pungkasnya.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait