menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Soal Net Zero Emission Dicapai Indonesia pada 2070, Dino Patti Djalal Kecewa

Nivita Saldyni,
19 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Soal Net Zero Emission Dicapai Indonesia pada 2070, Dino Patti Djalal Kecewa
Image: Tangkapan layar Dino Patti Djalal dalam Indonesia Net-Zero Summit 2021, Selasa (20/4/2021). (Nivita/Urbanasia)

Jakarta – Belum lama ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyebut bahwa skenario ambisius untuk Indonesia mencapai net zero emission adalah tahun 2070. Menanggapi hal tersebut, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal mengungkapkan kekecewaannya.

“Bagi KLHK untuk menyatakan 2070 aja, oh my God itu 20 tahun terlambat dari carbon stock kita. 20 tahun terlambat, udah telah, telat satu generasi. Jadi saya sangat kecewa,” kata Dino dalam Indonesia Net-Zero Summit 2021 yang diikuti Urbanasia secara virtual, Selasa (20/4/2021) lalu.

Menurut Dino sebagai badan yang menangani berbagai tantangan di sektor LHK, termasuk perubahan iklim, seharusnya KLHK lebih progresif. Bukan malah menjadi badan yang paling konservatif.

“Seharusnya badan yang menangani perubahan iklim adalah badan yang paling progresif, paling berani, paling ngotot mengenai perubahan iklim. Pokoknya kita harus selamatkan bangsa ini dan segala macam. Bukan badan yang paling konservatif, right? 2070 is way too late, itu pandangan yang sangat birokratis, sangat tidak visioner, tidak mengikuti arus perubahan global,” ungkap Dino.

Padahal hingga saat ini, sejumlah negara di dunia telah menetapkan proyek ambisius target penurunan emisi di tahun 2050 dan 2060. Sementara Indonesia, hingga saat ini Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PPN Suharso Monoarfa, dan Menteri LHK Siti Nurbaya masih belum membulatkan suara.

“Tiongkok aja sudah bisa 2060, ya kan? Bhutan, Argentina, Kolombia sudah setuju 2050. Apa yang membuat Indonesia ketakutan? Dan kenapa masa depan kita harus ditetapkan oleh sekelompok birokrat yang tidak menunjukkan perhatian yang besar terhadap aspek ini, masa depan keselamatan iklim Indonesia,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Dino berharap pemerintah kembali mempertimbangkan proyek ambisius target penurunan emisi dengan bijak. Ia pun meminta pemerintah, khususnya KLHK untuk mendengar aspirasi anak muda, aspirasi rakyat, dan punya pandangan yang progresif, ambisius, dan transformative mengenai perubahan iklim sehingga lahir keputusan yang tepat untuk menghadapi masalah krisis iklim yang merupakan masalah bersama, seluruh umat manusia di bumi ini.

“Jadi saya sungguh berharap ini 2070 benar-benar sesuatu hal yang bisa dipikirkan kembali dan saya harap target net zero ini dapat dibawa ke presiden (Joko Widodo) karena yang akan menjual ini nanti presiden, bukan eselon 1 di KLH,” kata Dino.

Dino pun masih berharap pemerintah bisa segera membuat keputusan yang tepat, bukan dengan pandangan yang kaku, konservatif, dan tidak menunjukkan kepedulian.

“Saya masih berharap dan saya akan kecewa sekali kalau 2070 yang dijadikan patokan. Sebagai rakyat, sebagai ayah, dan sebagai pembayar pajak,” tutupnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait